spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEGubernur Lantik Lalu Faozal Jadi Pj Sekda di PPSLU Mandalika

Gubernur Lantik Lalu Faozal Jadi Pj Sekda di PPSLU Mandalika

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melantik Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si., menjadi Penjabat (Pj) Sekda NTB di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mandalika, Kamis, 10 Juli 2025.

Hadir pada pelantikan ini, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB.

Pelantikan di PPSLU ini sebagai bentuk empati menyusul NTB yang sedang dalam darurat bencana, dilakukan lima hari setelah SK Kemendagri terbit pada Jumat, 4 Juli 2025 lalu. “Karena Pak Faozal sendiri yang meminta sebagai bentuk rasa empati kita dengan warga Mataram, maka kita melakukan pelantikan tidak di Pendopo tetapi di salah satu lokasi yang terdampak bencana,” ujarnya dalam sambutannya.

Faozal akan menjabat sebagai Pj Sekda sampai ditetapkannya sekda definitif. Gubernur menyebut mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) ini tidak bisa menikmati kursi Sekda, sebab NTB saat ini tengah dilanda bencana. Begitupun dengan tugas-tugas di birokrasi yang mana dalam waktu dekat Pemprov NTB akan mengadakan panitia seleksi pengisian 11 jabatan lowong yang kini tengah diisi Plt.

“Sayangnya bapak tidak meniliki fasilitas untuk menikmati sebagai Pj Sekda karena pekerjaan sudah ada di depan mata,” katanya.

Sebagai pemimpin dengan visi besar membawa NTB mendunia, Iqbal mengatakan posisi Sekda harus diisi oleh pejabat yang kompeten bisa membangun sistem pemerintahan yang baik antar seluruh stakeholder di provinsi ini.

“Karena kita ingin membenahi Pemprov NTB sebaik mungkin, tata kelola keuangan, SDM, tata kelola kerja. Kita butuh good governance, pemerintah yang terkelola dengan baik. Itu berbanding lurus di mana tata kelola bagus pasti negara maju,” jelasnya.

Mantan Dubes RI untuk Turki ini membeberkan, alasan dirinya memilih Asisten II Setda NTB ini sebagai Pj Sekda NTB, karena dinilai memiliki kapasitas, dan cepat dalam menyelesaikan masalah. Bahkan, ungkapnya, penunjukan Lalu Moh Faozal sebagai Pj. Sekda dikatakan diterima oleh seluruh unsur yang ada di lingkup Pemprov NTB.

“Penunjukan Sekda kali ini well accepted. Tidak ada protes, Pj Sekda saya titipkan pekerjaan di Pemprov NTB karena Sekda seperti halnya Sekjen. Pj Sekda adalah Gubernur internal Pemprov NTB,” terangnya.

Di lain sisi, Pj Sekda NTB, H. Lalu Moh. Faozal mengatakan akan memaksimalkan kerja sama dengan seluruh pimpinan OPD di lingkup Pemprov NTB. Tidak hanya itu, penataan fiskal dan pengisian jabatan OPD yang lowong juga menjadi prioritas dirinya selama menjabat sebagai komandan birokrasi.
Salah satu tugas saya adalah memastikan roda pemerintahan terus berjalan.

“Yang kedua soal penataan fiskal, pengisian SOTK, dan yang paling penting melaksanakan visi misi Gubernur,” jelasnya.

Di awal masa jabatannya sebagai Pj Sekda NTB, Faozal dihadapkan dengan bencana banjir yang melanda Kota Mataram dan Lombok Barat pada Minggu, 6 Juli 2025 lalu. Untuk menangani situasi darurat dalam sepuluh hari ke depan, mantan Kepala Dinas Perhubungan NTB ini mengaku akan mengerahkan semua kemampuan dalam penanganan dan pelayanan.

“Semua harus kita gerakkan untuk memastikan negara ini hadir di tengah-tengah masalah, di tengah-tengah apa yang dirasakan oleh masyarakat terdampak banjir,” pungkasnya.

Terima Kasih Lalu Gita
Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mantan Sekda NTB atas pengabdian selama kurang lebih 30 tahun pengabdiannya sebagai ASN. Ia menyakini dalam perjalanan itu, banyak kontribusi yang sudah beliau berikan, baik sebagai ASN maupun sebagai Sekda.

“Apalagi beliau pernah menjadi Pj Gubernur di situ jejaknya tentu tidak bisa hilang apa yang baik yang pernah beliau sumbangkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya.

Dalam hal ini, ujarnya, hal-hal baik yang telah diwariskan itu harus diteruskan dan dirawat, adapun hal yang kurang, kita lengkapi. “Enggak ada pemimpin yang naik menjadi gubernur, menjadi Sekda, dengan niat jelek, itu enggak ada, semuanya niat baik,” ujarnya mengingatkan. (era/ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO