Giri Menang (Suara NTB) – Dari 52 paket proyek yang dikerjakan Pemkab Lombok Barat (Lobar) tahun ini, baru sembilan paket telah selesai tender dan berkontrak. Artinya proyek ini mulai proses pengerjaan di lapangan. Sedangkan terdapat 43 paket proyek yang masih dalam proses tender. Dari 43 paket proyek tersebut, terdapat 16 paket di antaranya proyek bersumber dari pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dari data yang diperoleh dari Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Lobar dari 36 paket proyek di luar DAK, sebanyak 9 paket konstruksi dan konsultan selesai tender, sedang proses tender sebanyak 24 paket konstruksi dan konsultan. Dan proses review Pokja sebanyak 3 paket konstruksi.
36 paket ini tersebar di beberapa OPD, di antaranya Dinas Kesehatan (Dikes) sebanyak 6 paket sedang proses tender. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sebanyak 20, masing-masing 3 paket berkontrak (selesai tender) dan 17 paket proses lelang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) 5 paket, masing-masing 1 paket telah berkontrak dan 3 paket proses lelang, sedangkan sisanya 1 paket belum masuk lelang. Selanjutnya Dinas Perhubungan 2 paket telah berkontrak. DPMPTSP, Dinas Perindag dan Dinas Arpusda masing-masing 1 paket telah berkontrak. Selain 36 paket proyek itu, ada 16 paket lagi yang bersumber dari DAK, 15 paket di antaranya proses tender sedangkan 1 paket belum masuk lelang, sehingga total paket proyek sebanyak 42.
Kabag PBJ Setda Lobar Lalu Agha Farabi MM., menerangkan ada beberapa proyek yang belum masuk lelang, namun itu bukan bersumber dari DAK. Banyak juga proyek yang sudah berkontak, mulai pengerjaan. “Banyak yang sudah berkontrak, terutama jalan, proses tender di awal-awal. Sumbernya dari APBD,” kata dia, kemarin.
Ada juga proyek strategis yang sudah berkontrak eperti Mall Pelayanan Publik di DPMPTSP dan Perpustakaan.
Kemudian proyek pembangunan dermaga Senggigi sudah berkontrak. Dimana pemenangnya dari kontraktor Jakarta. Sedangkan untuk proyek UPD (Unit Pengolahan Darah) RSUD di Dikes, masih dalam proses lelang. Melihat waktu yang ada, mengingat kondisi cuaca tak menentu, Agha optimis pengerjaan bisa selesai tepat waktu. “Anggap itu (tender) selesai bulan ini, langsung proses kontrak. Akhir bulan ini bisa berkontrak semua lah. Kecuali yang belum tender,” imbuhnya.
Proyek yang belum tender ini sebutnya bersumber dari APBD seperti alun-alun dan bundaran GMS, sehingga tidak harus terpatok tenggat waktu, namun yang jelas selesai sesuai waktu kontrak. Pihaknya saat ini menunggu usulan dari OPD, sambil jemput bola berkomunikasi dengan OPD untuk menanyakan sejauh mana prosesnya. (her)


