spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaHEADLINESR Sentra Paramita Launching Bulan Ini, Eks Akper Jadi Lokasi Kedua SR...

SR Sentra Paramita Launching Bulan Ini, Eks Akper Jadi Lokasi Kedua SR di NTB

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui program Sekolah Rakyat (SR).

Setelah sukses melaksanakan tahap 1A di Sentra Paramita Mataram, kini Pemprov NTB tengah mempersiapkan tahap 1B di eks bangunan Akademi Keperawatan (Akper), Selong, Lombok Timur.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. Nunung Triningsih mengatakan Launching resmi Sekolah Rakyat tahap awal dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli tahun ini.

“Yang siap di-launching Juli ini hanya satu, yaitu di Sentra Paramita. Itu sudah 100 persen siap karena memang kami mulai proses lebih dulu di sana,” ujarnya, Kamis, 10 Juli 2025.

Sementara itu, lokasi eks Akper akan menjadi bagian dari tahap pengembangan lanjutan. Saat ini, berbagai persiapan tengah dilakukan, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi siswa.

Pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan untuk seluruh siswa Sekolah Rakyat, sebab program ini tidak hanya fokus untuk pendidikan, tetapi juga kesehatan masyarakat miskin.

Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mengetahui kondisi para siswa. Tapi tidak ada istilah tidak lulus, semua tetap diterima. Ini bagian dari upaya memberikan akses pendidikan sekaligus akses layanan kesehatan,

.
Jumlah siswa yang terdaftar di lokasi eks Akper mencapai 125 orang, terdiri dari 65 laki-laki dan 60 perempuan jenjang SMA. Mereka dibagi ke dalam lima rombongan belajar (rombel).

Karena berada pada jenjang pendidikan menengah atas, keputusan penetapan siswa ditandatangani langsung oleh Gubernur NTB. Berbeda dengan jenjang SD yang merupakan kewenangan kabupaten/kota dan ditetapkan oleh bupati.

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai intervensi pendidikan bagi keluarga miskin, dengan sasaran utama anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Meski demikian, anak-anak dari luar kelompok tersebut tetap berpeluang diterima jika hasil verifikasi lapangan menunjukkan mereka tergolong rentan.

“Tapi tidak menutup kemungkinan di luar desil itu diterima, mengingat bahwa mereka juga setelah dilihat di lapangan mereka masuk desil 1 dan 2. Karena kita perekrutan ini langsung didampingi oleh BPS,” jelasnya.

Selain eks Akper, Pemprov NTB juga tengah mempersiapkan tahap 1C akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lombok Barat dan Balai Latihan Kerja (BLK) Lenek, Lombok Timur.

Perkembangan pelaksanaan di dua daerah tersebut masih menunggu arahan dari kementerian terkait, mengingat kewenangan pengelolaan beberapa lokasi berada di tingkat kabupaten.

Sejumlah usulan lokasi lain juga sedang dalam proses verifikasi oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial, seperti dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan beberapa titik di Lombok Timur seperti Kelayu dan Jorong. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO