spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEBanjir Kota Mataram, Banyak Berdampak pada Jalan Lingkungan

Banjir Kota Mataram, Banyak Berdampak pada Jalan Lingkungan

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, H. Sadimin, ST., M.T., menegaskan bahwa seluruh infrastruktur jalan dan jembatan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi NTB dalam kondisi aman dan tidak terdampak serius akibat banjir yang melanda Kota Mataram, Minggu, 6 Juli 2025 lalu.

“Untuk jalan dan jembatan provinsi, alhamdulillah semuanya dalam kondisi baik dan tidak ada masalah. Yang terdampak lebih banyak adalah jalan lingkungan dan jalan kota,” ujar Sadimin saat dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 10 Juli 2025.

Salah satu titik terdampak, kata dia, terjadi di kawasan Bertais, di mana sebuah jembatan di salah satu perumahan dilaporkan putus. Namun, jembatan tersebut masih menjadi tanggung jawab investor, karena belum diserahkan ke pemerintah.

“Sementara di Karang Kemong, itu jalan lingkungan masyarakat. Saat ini sedang kami atasi dengan berkoordinasi bersama pemerintah kota,” tambahnya.

Sadimin mengakui ke depan perlu ada penyesuaian desain infrastruktur, terutama jembatan di jalur-jalur strategis seperti di Jalan Majapahit atau di sekitar Universitas Mataram (Unram). Menurutnya, ketinggian jembatan menjadi salah satu faktor penting dalam mengantisipasi banjir serupa. “Kita lihat jembatan di sekitar Unram itu ke depannya perlu ditinggikan. Termasuk normalisasi sungai agar ketika banjir datang, tidak membawa dampak besar seperti sekarang,” jelasnya.

“Kerusakan jembatan lingkungan di Karang Kemong, lanjutnya, juga diakibatkan oleh penyempitan sungai di sekitarnya. Selain itu, besarnya volume air dan material lumpur yang terbawa banjir memperparah kondisi. Memang untuk meninggikan jembatan itu butuh biaya besar, tergantung jenis konstruksinya. Kalau jembatan rangka beda, jembatan beton juga beda kebutuhannya. Itu menjadi rencana jangka panjang,” ujarnya.

Sadimin juga mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi beberapa hari lalu merupakan banjir dadakan yang membawa material besar, sehingga menyebabkan kerusakan. Ia menyoroti persoalan klasik yakni penumpukan sampah di sungai yang memperparah dampak banjir.

“Masalahnya, sampah duluan yang menghambat di jembatan, ditambah sampah kecil-kecil lainnya, sehingga aliran air seperti dibendung. Ini yang membuat air melebar dan merendam wilayah sekitarnya,” ungkapnya.

Sebagai langkah cepat, pihaknya akan mengutamakan pembersihan sampah di sepanjang sungai serta pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan. “Solusi sementaranya ya kita lakukan pembersihan dan pengerukan. Karena hampir semua sungai itu sudah mengalami pendangkalan,” tegas Sadimin.

Terkait banyaknya warga yang membangun rumah di pinggir sungai atau di kawasan sempadan sungai, Sadimin menyebut akan ada kebijakan yang diambil setelah adanya koordinasi bersama Pemerintah Kota Mataram dan instansi terkait lainnya. “Ini sedang kami bahas bersama. Perlu penanganan lintas sektor karena menyangkut tata ruang, lingkungan, dan keselamatan warga,” tutupnya. (ham)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO