spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARADampak Teknologi Digital, Balai Bahasa NTB Ajak Pemda di NTB Atasi Kemunduran...

Dampak Teknologi Digital, Balai Bahasa NTB Ajak Pemda di NTB Atasi Kemunduran Literasi Gen Z

Tanjung (Suara NTB) – Balai Bahasa NTB mengajak seluruh pemerintah daerah di NTB maupun masyarakat untuk bersama-sama mengatasi kemunduran literasi di kalangan Gen Z dampak dari pesatnya perkembangan teknologi digital. Pasalnya, indikator penilaian minat literasi untuk Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten/Kota di NTB tergolong masih rendah yakni di peringkat 24 nasional.

“Harus lebih diwaspadai literasi generasi z. Akibat pengaruh teknologi, generasi muda mengalami kemunduran literasi. Masyarakat harus lebih bijak menggunakan HP,” ungkap Kepala Balai Bahasa NTB, Dwi Pratiwi, di sela-sela kegiatan pemberdayaan dan pendampingan komunitas penggerak literasi di Bale Hao Cafe, Desa Samik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kamis, 10 Juli 2025.

Ia menjelaskan, kemunduran literasi tidak hanya terjadi di NTB saja, tetapi di seluruh provinsi. Namun demikian, Dwi menitikberatkan agar jajaran stakeholder khususnya pengambil kebijakan baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota mulai mengatasi agar minat baca kembali meningkat.

“Kemunduran literasi terendah, masih di Lombok Utara. Saya tidak ingat angkanya, tapi yang jelas di bawah 50 persen,” imbuhnya.

Dwi menjelaskan, Balai Bahasa NTB sebagai UPT di bawah Kementerian Pendidikan bersinergi dengan Pemda untuk mendukung kecakapan literasi bagi siswa di seluruh tingkat pendidikan.  Langkah tersebut tentu dimulai dari keberadaan buku baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Ia menyebutkan, kementerian melalui Balai Bahasa NTB telah memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah di Lombok Utara, untuk mensukseskan Gerakan Literasi Nasional dan meningkatkan minat baca. Sebanyak 1.878 eksemplar buku dengan total 420 judul buku telah dikirim kepada 24 sekolah di Kecamatan Bayan, 18 sekolah di Kecamatan Kayangan, 15 sekolah di Kecamatan Gangga, 14 sekolah di Kecamatan Tanjung, serta 9 sekolah di Kecamatan Pemenang. “Dukungan jumlah buku untuk SD di KLU ini adalah yang tertinggi di NTB,” imbuhnya.

Dwi berharap, buku yang telah dikirimkan ke sekolah-sekolah dapat dioptimalkan penggunaannya sehingga nilai kecakapan literasi siswa di Lombok Utara meningkat. “Kita harapkan sekolah-sekolah menerapkan Benar-benar membaca dan membaca dengan benar. Baca tuntas satu buku secara kuantitatif, dan memahami isi buku secara kualitatif. Dengan begitu, progres literasi dapat diukur,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Kepala Balai Bahasa NTB juga meminta Dinas Dikbudpora di sekolah untuk memetakan sekolah menurut literasi. Pemetaan mencakup ketersediaan buku, jumlah eksemplar dan judul, keberadaan pustakawan, serta manajemen pengelolaan pustaka di sekolah tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, H. Adenan, M.Pd., memberi apresiasi sekaligus berterimakasih atas dukungan Balai Bahasa NTB. Ia berharap, pembinaan literasi kepada para penggerak ini dapat memotivasi semangat semua pihak di Lombok Utara dalam memajukan sektor pendidikan, khususnya meningkatkan minat baca.

“Kita maklum dan jujur saja, minat baca kita jauh tertinggal dari Kabupaten/Kota lain di NTB. Dari penilaian Balai Bahasa, dari 162 sekolah ada 30 sekolah dasar yang literasinya masih di bawah standar,” ungkap Adenan.

Pihaknya juga menilai, perlunya pemerintah daerah melakukan revitalisasi perpustakaan. Untuk tujuan tersebut, pihak dinas akan bekerjasama dengan lembaga khususnya Dinas Perpustakaan agar sekolah memiliki SDM Pustkawan dan mampu memanajerial fungsi perpustakaan dan gerakan literasi dengan baik. (ari)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO