Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, telah melakukan assesment kerusakan rumah dan fasilitas umum lainnya akibat banjir bandang pekan kemarin. Tiga jembatan yang putus akan diperbaiki. Sementara, fasilitas di salah satu perumahan tidak diintervensi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Wediahning menjelaskan, pihaknya telah mengassement kerusakan bangunan disebabkan banjir bandang yang terjadi di Kota Mataram pekan kemarin. Assesment diprioritaskan pada rumah masyarakat yang terkena dampak. Selain itu, tanggul, drainase, dan jembatan yang rusak.
Tiga jembatan yang rusak berada di Lingkungan Karang Kemong Kelurahan Cakra Barat, Lingkungan Sindu Kelurahan Cakranegara Utara, dan Lingkungan Tegal Kelurahan Sayang-sayang. “Itu yang sudah kami assesment,” kata Lale ditemui pada, Kamis, 10 Juli 2025.
Pemerintah Kota Mataram akan mengintervensi perbaikan rumah dan fasilitas umum yang terdampak. Tiga jembatan yang rusak dialokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar. Walaupun sambung Lale, dua jembatan yang terdampak hanya rusak bagian pondasi atau tanggul, tetapi tetap harus diperbaiki keseluruhan.
Sementara, kerusakan fasilitas di Kompleks Perumahan Mahkota, Kelurahan Bertais tidak diintervensi pemerintah. Pasalnya, fasilitas umum dan fasilitas sosialnya belum diserahkan ke pemerintah. “Pemerintah tidak mungkin menganggarkan karena fasum-fasosnya belum diserahkan. Iya, kita minta diperbaiki secara mandiri saja,” pungkasnya.
Ia memahami saat ini dalam kondisi kedaruratan, tetapi pemerintah perlu berhati-hati mengalokasikan anggaran agar tidak menjadi persoalan hukum. Kata dia, tidak diintervensinya perbaikan fasum-fasos di Perumahan Mahkota dapat menjadi pembelajaran bagi pengembang. Masyarakat juga perlu mendesak pengembang untuk menyerahkan fasum-fasos, supaya tidak komplaim ke pemerintah. “Jangan sampai sudah intervensi justru menjadi boomerang bagi kita,” pungkasnya.
Lale menambahkan,kerusakan jalan nyaris tidak ada. Walaupun Jalan Beo rusak disebabkan alat berat yang masuk untuk membantu proses pembersihan sampah. Kerusakan jalan itu akan diperbaiki. Dalam waktu sepekan ini tambahnya, pihaknya fokus pada pembersihan sampah yang tersangkut di sungai. Sementara, kawasan paling parah di Perumahan River Side membutuh alat berat dan dum truk untuk mengangkut sampah. “Penyisiran tersisa di Karang Pule, Tanjung Karang, dan Kekalik,” demikian kata dia. (cem)


