spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANDisdik Mataram Siapkan Merger Sekolah dan Jadikan SMPN 18 Sekolah Unggulan

Disdik Mataram Siapkan Merger Sekolah dan Jadikan SMPN 18 Sekolah Unggulan

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram tengah menyiapkan langkah penataan terhadap sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan siswa pada tahun ajaran baru 2025/2026. Setidaknya tiga sekolah negeri tercatat sepi peminat hingga batas akhir pendaftaran ulang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili dan mutasi yang ditutup pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, menyebutkan bahwa ketiga sekolah tersebut terdiri atas dua Sekolah Dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Sekolah yang daya tampungnya kurang itu SMPN 18 Mataram, sekitar empat orang yang daftar ulang. Kalau SD, (salah satunya) itu SDN 36 Ampenan,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat, 11 Juli 2025.

Merespons kondisi ini, Disdik berencana melakukan penataan ulang, termasuk kemungkinan penggabungan sekolah yang kekurangan siswa. Langkah ini diambil sebagai upaya mengoptimalkan layanan pendidikan dan efisiensi pengelolaan sekolah.

“Kita akan melakukan penataan ulang terhadap SD ini. Mungkin akan ada beberapa sekolah yang akan kita merger (gabung) untuk mengantisipasi ini,” ujarnya.

Yusuf menjelaskan, rencana merger akan difokuskan pada sekolah-sekolah dasar yang lokasinya berdekatan. Tujuannya adalah agar penggabungan tidak menimbulkan kendala akses bagi siswa dan tetap menjaga kualitas pembelajaran.

“Untuk yang SD yang kurang ini, yang berdekatan lokasinya itu yang kita sedang analisis kebijakan untuk dilakukan merger atau penggabungan,” lanjutnya.

Disdik menargetkan kebijakan merger dapat mulai diterapkan pada tahun 2025 ini, setelah kajian teknis dan administratif selesai dilakukan. “InsyaAllah akan tahun ini. Kalau kajiannya sudah bagus dan sesuai, segera akan kita ajukan ke Wali Kota,” tuturnya.

Sementara itu, untuk SMPN 18 Mataram yang hanya memiliki empat pendaftar ulang, Disdik tidak serta-merta mempertimbangkan penggabungan. Sebaliknya, sekolah tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi sekolah unggulan di masa mendatang.

“Untuk SMPN 18 itu, rencananya akan dijadikan sekolah unggulan. (Untuk) di bidang apa, nanti kita putuskan bersama-sama. Agar tetap sekolah itu menjadi fasilitas yang bisa kita manfaatkan,” beber Yusuf.

Ia menambahkan, saat ini Disdik masih dalam proses menyusun kajian dan analisis kebijakan secara menyeluruh, baik terkait rencana merger sekolah dasar maupun pengembangan konsep unggulan untuk SMPN 18. “Saat ini kita masih membuat kajian, analisis untuk melakukan penggabungan sekolah,” katanya.

Situasi ini sekaligus mencerminkan tantangan baru dalam penerapan sistem zonasi serta upaya pemerataan peserta didik di Kota Mataram. Evaluasi terhadap SPMB, khususnya pada jalur domisili dan mutasi, menjadi catatan penting dalam perbaikan tata kelola pendidikan ke depan.

Yusuf menegaskan bahwa seluruh langkah ini diambil demi menjamin keberlangsungan layanan pendidikan yang optimal, meskipun di tengah perubahan dinamika jumlah siswa di beberapa wilayah. “Kita tunggu kajiannya saja,” tutupnya. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO