spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIKarantina NTB Perketat Pengawasan Lalu Lintas Benih Lobster

Karantina NTB Perketat Pengawasan Lalu Lintas Benih Lobster

Mataram (Suara NTB) – Karantina Pertanian Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat pengawasan terhadap lalu lintas Benih Bening Lobster (BBL) melalui Satuan Pelayanan Bandara Internasional Lombok. Pada Sabtu, 5 Juli 2025, petugas karantina memeriksa sebanyak 37.800 ekor BBL yang dikirim ke Jakarta. Nilai ekonomi dari pengiriman ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Pemeriksaan meliputi pengecekan dokumen kelengkapan, kesehatan BBL, serta prosedur keamanan lainnya. Petugas Karantina Pertanian NTB, Paryanti, menjelaskan bahwa pemilik wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum BBL diberangkatkan.

“Beberapa dokumen penting yang harus disiapkan antara lain hasil uji negatif virus White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB) yang diterbitkan oleh dinas perikanan kabupaten,” kata Paryanti.

Selain dokumen, petugas juga melakukan pemeriksaan visual menyeluruh terhadap setiap unit pengiriman. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan jenis, jumlah, dan ukuran benih sesuai standar, serta dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.

“Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi, kami akan menerbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-2) sebagai bukti kelayakan pengiriman,” tambahnya.

Kepala Karantina Pertanian NTB, Agus Mugiyanto, menegaskan bahwa setiap lalu lintas komoditas karantina, termasuk benih lobster, wajib dilaporkan dan diperiksa. Ia menyebutkan bahwa pengawasan ini tidak hanya penting untuk menjaga kelangsungan budidaya lokal, tetapi juga berdampak besar terhadap kelestarian sumber daya perikanan nasional.

“Tugas kami bukan sekadar formalitas administratif. Setiap komoditas yang dikirim harus aman, sehat, dan bebas dari hama serta penyakit. Ini adalah bagian dari upaya perlindungan jangka panjang terhadap sektor perikanan,” ujar Agus.

Dengan pengawasan yang ketat, distribusi benih lobster bernilai tinggi diharapkan dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek kesehatan lingkungan dan keberlanjutan budidaya. (bul)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO