spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaPOLHUKAMPOLITIKLolos SSEAYP ke Jepang, Ade Lativa akan Angkat Isu Tradisi "Merarik" Suku...

Lolos SSEAYP ke Jepang, Ade Lativa akan Angkat Isu Tradisi “Merarik” Suku Sasak

Mataram (Suara NTB) – Ade Lativa Fitri alias Adel wanita muda asal Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat lolos seleksi Ship For Southeast Asian And Japanese Youth Program (SSEAYP) tahun 2025. Adel sapaannya akan membawa nama NTB untuk program pertukaran pelajar di Jepang selama satu bulan lamanya.

Adel lulus SSEAYP berdasarkan surat keputusan Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga nomor: PP.03.05/6.23.12/D-.6/V1/2025, Adel akan mewakili NTB untuk program SSEAYP di Jepang.

“Adel ini gadis yang cerdas. Dia lolos seleksi nasional dari 71 orang yang mendaftar dari berbagai Provinsi di Indonesia,” kata Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga NTB Asnirawati, Jumat, 11 Juli 2025.

Menurut Asnirawati, dari 71 orang yang ikut seleksi, ada 16 perwakilan pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia yang lolos seleksi program SSEAYP tahun 2025. Mereka akan belajar di Jepang selama 1 bulan penuh.

“Ini bukan ke luar negeri, tapi ini tentang belajar berjejaring, membangun relasi. Kami harap karir pendidikan Adel ke depannya bisa mengharumkan nama NTB di dunia,” katanya.

Asnirawati berharap Adel bisa menunjukkan karakter budaya NTB di kancah Internasional. Selain itu Adel diharapkan bisa berdialog dan berbicara tentang budaya Merarik (menikah) yang sebenarnya ke kancah Internasional.

“Karakter ini akan menjadi prioritas yang dibicarakan selama pertukaran pelajar ini. Kita harapkan bisa membawa nama baik NTB dan Indonesia,” katanya.

Aktivis Perempuan yang pernah membela para korban kekerasan Agus Buntung ini mengaku siap melaksanakan kegiatan SSEAYP pada bulan Desember 2025 nanti. Pendiri organisasi Senyumpuan ini mengaku siap menyampaikan berbagai isu selama program pertukaran pelajar ini.

“Program sendiri termasuk sosial inklusi. Banyak isu yang didiskusikan tentang perubahan iklim, transisi energi berkelanjutan. Nanti kami akan tergabung dalam satu forum,” katanya.

Selain itu, Adel juga akan membahas budaya Merarik di Jepang. Menurut dia budaya Merarik ini kerap disalahartikan oleh masyarakat luar NTB. Bahkan salah satu kasus anak menikah di Lombok Tengah itu yang sampai menjadi perbincangan publik perlu diluruskan.

“Kemarin sempat booming tentang Merarik Kodek ini. Ini perlu saya luruskan kalau Merarik Kodek (pernikahan anak) bukan budaya Sasak,” katanya.

Lulusan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unram ini pun siap menyalurkan ilmu yang didapat dari Jepang sekembalinya ke NTB. “Tentu ini menjadi pengalaman menarik. Apalagi ini kali pertama saya ikut program ini,” pungkasnya. (ndi/*)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO