spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATWarga Kebon Ayu Tolak Dijadikan Lokasi TPA Sementara

Warga Kebon Ayu Tolak Dijadikan Lokasi TPA Sementara

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Kebon Ayu  Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) menolak rencana pemerintah menjadikan desa itu sebagai lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sementara. TPA sementara ini nantinya akan dipakai oleh Kota Mataram dan Lobar untuk membuang sampah selama 3-4 bulan.

Ketua Karang Taruna Tomy menerangkan pihaknya dari awal menolak rencana Kebon Ayu dijadikan TPA oleh pemerintah. “Alasan kami jelas, kami sampai saat ini masih berstatus sebagai desa wisata yang dari awal dulu desa kami desa perintis. Dan alhamdulillah hari ini Desa Kebon Ayu berkembang jadi desa wisata,” tegasnya, kemarin.

Hal ini, tak lepas dari kerja pemdes, pokdarwis dan lainya untuk membranding desa ini. Tidak elok, kata dia, harus berdampingan dengan TPA. Selanjutnya, desa ini dikenal sebagai desa pertanian.

Menurutnya dengan adanya TPA ini dikhawatirkan akan menghasilkan lindi yang membahayakan sektor pertanian maupun warga. Desa ini sebagus penghasil pertanian, jika diganggu gugat atau dirusak akan berpengaruh terhadap generasi ke depan.

Selain itu, TPS ini dekat dengan pemukiman warga. Pihaknya juga menanyakan kajian Amdal dari TPA ini sudah ada atau tidak. Kalaupun ada, apakah ini diloloskan sebab jaraknya tidak jauh dari pemukiman terdekat. “Apakah nanti TPS ini tidak berdampak dari sisi kesehatan,” ujarnya.

Hal ini menjadi alasan Karang Taruna menolak. Penolakan inipun sudah disampaikan langsung ke pemerintah desa. Dan alasan penolakan ini pun disampaikan, termasuk semau yang hadir menyampaikan dari berbagai sisi.

Belum lagi di desa itu belum selesai persoalan sampahnya tiba-tiba pemerintah berencana mendatangkan sampah dari luar. “Sementara Pengolaaan sampah ini belum disiapkan, kalau katanya sampah ini akan diolah, tiba-tiba ujuk-ujuk rencana dibuang sampah,” imbuhnya.

Kendati lokasi ini eks galian C, tentu perlu mempertimbangkan semua aspek yang dikhwatirkan warga. Lebih-lebih jalur ini satu-satunya ke Gerung, sehingga kalau jalur ini nanti padat kendaraan, akan mengganggu arus transportasi maupun kondisi jalan ini.

Jika rencana ini tetap ngotot dipaksakan di Desa Kebon Ayu, maka langkah pemuda akan melakukan konsolidasi warga untuk menolaknya. “Nanti kami akan lakukan konsolidasi itu, kalau langkah-langkah diskusi tidak mempan. Sepertinya itu (aksi penolakan) langkah terakhir kami lakukan,” ujarnya. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO