Mataram (Suara NTB) – Dua investor masing-masing dari China dan Turki akan membangun dua gudang pangan yaitu gudang gabah dan jagung di NTB. Pembangunan gudang ini menyusul gudang Bulog NTB yang tidak cukup menampung seluruh serapan hasil petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB, Dr.H.Aidy Furqan mengatakan rencananya, gudang gabah akan dibangun di Pulau Lombok, sementara gudang jagung akan dibangun di Pulau Sumbawa.
“Kita sedang menyiapkan program bernama Silo. Itu gudang untuk gabah dan jagung yang dilengkapi dengan dryer atau pengering,” ujarnya, Senin, 14 Juli 2025.
Dia mengatakan, Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal telah meminta Dinas Ketahanan Pangan untuk menyiapkan rancangan desain gudang pangan tersebut di tahun ini. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu tahapan kunjungan lapangan (visitasi) oleh para calon investor.
Pembangunan gudang pangan di NTB akan menggunakan lahan milik Pemprov NTB dengan luas 5 hektar untuk gudang gabah, dan 2,4 hektar untuk gudang jagung. Dengan kapasitas masing-masing gudang mencapai ribuan ton.
“Kami sudah menyiapkan ini sejak satu bulan yang lalu, tinggal menunggu proses visitasi dari pihak pengusaha,” katanya.
Aidy mengatakan, Pemprov sangat mengharapkan realisasi investasi dua proyek fisik gudang penyimpanan di NTB. Sebab, saat ini NTB tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membangun dua gudang secara mandiri.
Apalagi, ditambah dengan fasilitas-fasilitas seperti tempat parkir, jemur gabah, dan beberapa sarana dan prasarana lainnya untuk memastikan kualitas pangan tidak cepat rusak yang dapat merusak harga.
“Mereka pengusaha berminat membangun gudang ini pasti sudah berhitung dari sisi keuntungan yang akan didapatkan, karena yang kita tampung ini kebutuhan pokok, jagung dan beras yang produksinya selalu surplus di NTB,” jelasnya.
Hingga pertengahan tahun ini, produksi jagung petani mencapai 1,7 juta ton jagung. Sehingga beberapa pengusaha sudah melakukan ekspor ke luar negeri seperti Malaysia dan Filipina.
Diketahui, di awal tahun lalu Perum Bulog Wilayah NTB mewanti-wanti adanya kekurangan ketersediaan gudang jagung. Sebab, gudang bulog hanya mampu menampung 10 ribu ton jagung. Sementara, target penyerapan mencapai 78 ribu ton. (era)


