Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram memberikan keringanan bagi sekolah yang terdampak banjir. Proses pembelajaran mulai Senin, 14 Juli 2025 diminta secara dalam jaringan alias online.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf menyebutkan, sejumlah lima unit sekolah yang mengalami dampak banjir pekan kemarin. Bangunan sekolah mengalami kerusakan sedang. Fasilitas seperti meja, kursi, lemari serta buku pembelajaran rusak. Sekolah rusak sedang diminta melaksanakan pembelajaran dalam jaringan. “Kalau memang tidak memungkinkan bisa saja pembelajarannya secara online. Guru sudah memiliki pengalaman saat pandemi Covid-19,” terangnya dikonfirmasi pekan kemarin.
Lima sekolah terdampak banjir diantaranya, SDN 10 Ampenan, SDN 31 Cakranegara dan SDN 25 Ampenan. Khusus SDN 10 Ampenan terendam banjir dan mulai dilakukan perbaikan menggunakan dana pokok-pokok pikiran anggota dewan. Yusuf menambahkan, sekolah yang rusak sedang seperti tembok roboh akan diperbaiki. Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan Kota Mataram, telah mengalokasikan dana pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan masing-masing Rp100 juta. “Kebutuhan anggaran sekitar Rp500 juta. Sebenarnya banyak sekolah yang terdampak tetapi kita melihat kondisinya,” ujarnya.
Pemkot Mataram memberikan kompensasi bagi siswa-siswi yang mengalami korban banjir. Mereka tidak dipaksakan menggunakan seragam sekolah pada hari pertama masuk sekolah hari ini. “Kalau ada baju kaos dan baju tidur tidak apa-apa dipakai sekolah dulu,” ujarnya.
Penggalangan bantuan sedang digagas oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB. Bantuan berupa buku, pakaian sekolah, dan lain sebagainya sedang dihimpun dan disalurkan kepada siswa-siswi terdampak.
Yusuf berharap siswa-siswi memiliki semangat untuk melaksanakan aktifitas belajar di sekolah. Artinya, bencana alam yang terjadi tidak perlu dipikirkan. Mereka diminta kembali bergembira serta bersenang-senang bersama rekan-rekannya. (cem)

