Sabtu, Maret 7, 2026

BerandaNTBLOMBOK BARATTender Mepet Waktu, Komisi III DPRD Lobar Mengaku Belum Tahu 16 Paket...

Tender Mepet Waktu, Komisi III DPRD Lobar Mengaku Belum Tahu 16 Paket Proyek DAK

Giri Menang (Suara NTB) – Komisi III DPRD Lombok Barat (Lobar) mengadakan rapat dengan leading sector pada pembahasan KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2025. Pada rapat itu, disampaikan progres tender 36 paket proyek hampir semua rampung. Sedangkan terkait 16 paket proyek yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK), kalangan Komisi III DPRD Lobar mengaku belum tahu.

“Dari 36 paket proyek semuanya sudah ditender, kecuali ruang Fraksi DPRD. Itu laporan dari pihak PBJ saat rapat dengan kami,” terang Ketua Komisi III DPRD Lobar Fauzi, akhir pekan kemarin.

Beberapa paket proyek seperti alun-alun dan bundaran GMS juga sudah dilelang. Ditanya terkait 16 paket proyek yang masuk lelang? Politisi PKB itu mengaku itu belum diketahui. Sebab dalam rapat dengan OPD, itu tidak dibahas. “Kemarin kami panggil PBJ itu, belum disampaikan,”aku dia.

Terkait batas waktu akhir kontrak proyek DAK sesuai ketentuan 22 Juli,? Pihaknya akan mempelajarinya. “Nanti saya pelajari dulu,”imbuhnya.

Sementara itu, dari data Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), yang diperoleh media pada pekan lalu dari 52 paket proyek yang dikerjakan tahun ini, baru sembilan paket telah selesai tender dan berkontrak. Artinya proyek ini mulai proses pengerjaan di lapangan. Sedangkan terdapat 43 paket proyek yang masih dalam proses tender.

Dari 43 paket proyek tersebut, terdapat 16 Paket diantaranya proyek bersumber dari pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dari data itu, 36 paket proyek di luar DAK, sebanyak 9 paket konstruksi dan konsultan selesai tender, sedang proses tender sebanyak 24 Paket konstruksi dan konsultan. Dan proses review Pokja sebanyak 3 paket konstruksi. 36 paket ini tersebar di beberapa OPD, diantaranya Dikes sebanyak 6 paket sedang proses tender.

Dinas PUTR sebanyak 20, masing-masing 3 paket berkontrak (selesai tender) dan 17 paket proses lelang. Dikbud 5 paket, masing-masing 1 paket telah berkontrak dan 3 paket proses lelang sedangkan sisanya 1 paket belum masuk lelang. Selanjutnya dinas Perhubungan 2 Paket telah berkontrak. DPMPTSP, Dinas Perindag dan Dinas Arpusda masing-masing 1 paket telah berkontrak. Selain 36 Paket Proyek itu, ada 16 Paket lagi yang bersumber dari DAK, 15 paket diantaranya proses tender sedangkan 1 paket belum masuk lelang. Sehingga dari total paket proyek sebanyak 52, terdapat 43 paket belum selesai lelang. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO