Selasa, Maret 10, 2026

BerandaEKONOMI8.000 Pedagang Asongan Bergabung di APA NTB

8.000 Pedagang Asongan Bergabung di APA NTB

Mataram (Suara NTB) – Lebih dari 8.000 pedagang asongan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tergabung dalam Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB. Organisasi yang baru dibentuk ini telah memiliki kepengurusan resmi di lima wilayah, yakni Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Lombok Utara.

Ketua APA NTB, Komaruddin, menyampaikan bahwa lima kabupaten lainnya – Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Dompu – dijadwalkan segera membentuk dan melantik pengurus daerah.

“Insya Allah bulan depan akan kita lantik lima pengurus daerah yang belum terbentuk. Komunikasi sedang kita bangun dengan berbagai pihak,” ujarnya, Senin, 14 Juli 2025.

Pembentukan APA NTB bertujuan mewadahi pedagang asongan yang selama ini berjualan tanpa tempat tetap dan belum tersentuh program pemberdayaan formal. Organisasi ini diharapkan menjadi jalan bagi para pedagang untuk memperoleh hak dan akses yang setara dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lainnya.

“Kami ingin para pedagang asongan bisa naik kelas. Dengan bergabung di APA, mereka bisa mendapatkan hak yang sama seperti pelaku UMKM lain,” tambah Komaruddin.

Sebagai langkah konkret, APA NTB mendorong anggotanya untuk memiliki rekening di Bank NTB Syariah dan mendaftar dalam program jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan. Pendaftaran dilakukan secara kolektif melalui organisasi demi kemudahan dan efisiensi.

“Ini penting agar mereka tidak hanya mendapat perlindungan sosial, tetapi juga bisa mengakses program pemerintah lainnya,” jelasnya.

Komaruddin menyebut, potensi jumlah pedagang asongan di NTB diperkirakan mencapai ratusan ribu orang. Namun, untuk bergabung dalam organisasi, ada sejumlah persyaratan, di antaranya kesiapan untuk berorganisasi dan mengikuti pelatihan.

APA NTB telah menyusun berbagai program pendampingan bagi anggotanya, termasuk pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, serta advokasi kebijakan yang berpihak pada pedagang kecil.

“Harapan kami, lima tahun ke depan para pedagang asongan bisa bertransformasi menjadi pelaku UMKM dengan tempat usaha yang lebih tetap, sistem yang lebih baik, dan penghasilan yang lebih layak,” tuturnya.

Selain pedagang asongan, APA NTB juga membuka ruang bagi pelaku usaha kecil non-asongan yang ingin berkontribusi, baik sebagai pengurus maupun pembina. Organisasi ini turut menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk mendukung visi dan misi ke depan. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO