spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURBPVP Lotim Gelar Seleksi 119 Peserta Magang ke Jepang

BPVP Lotim Gelar Seleksi 119 Peserta Magang ke Jepang

Selong (Suara NTB) – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek, Lombok Timur (Lotim), resmi membuka kegiatan seleksi pemagangan ke Jepang. Sebanyak 119 calon peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya mengikuti rangkaian tes ketat untuk meraih kesempatan magang di negeri Matahari Terbit tersebut.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, dalam sambutannya menyoroti besarnya peluang kerja di Jepang yang membutuhkan banyak tenaga. Ia menekankan pentingnya adaptasi dengan budaya kerja Jepang yang dikenal sangat disiplin dan maju teknologinya.

“Orang Jepang tidak sama perilakunya dengan orang Indonesia. Jepang adalah negara maju dengan tingkat disiplin tinggi. Para calon magang harus mau mengikuti budaya di Jepang,” pesan Bupati Haerul.

Ia meyakini pelatihan di BPVP, termasuk penanaman karakter, bahasa, dan kedisiplinan, akan mempersiapkan peserta dengan baik.

Bupati juga mengapresiasi inisiatif BPVP ini sebagai solusi mengurangi pengangguran. Ia mengingatkan para calon magang untuk menjaga nama baik daerah dan negara, serta tidak melakukan hal-hal tercela selama di Jepang. “Jaga ibadah, jaga kesehatan. Susah banyak orang Indonesia di sana, jumlahnya mencapai 200 ribu jiwa. Jadilah peserta magang yang baik,” tegasnya.

Haerul Warisin bahkan menyatakan, “Saya kalau masih muda mau saya berangkat,” sebagai bentuk dukungannya. Mengenai prospek ekonomi, Bupati membandingkan kesempatan magang ini dengan kondisi tenaga honorer lokal. “Honorer daerah hanya dapat Rp 400-700 ribu. Lebih baik dibandingkan jadi tenaga honorer. Rebut kreativitas dan kerja di luar negeri. Kumpulkan uang dan jangan boros,” ujarnya, mendorong generasi muda untuk mencari pengalaman internasional.

Kepala BPVP Lenek, Verry Fachrudin, menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari kerjasama panjang Indonesia-Jepang yang telah berjalan sejak 1993, dengan jutaan peserta telah dikirim. Tujuannya adalah memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus membentuk sikap dan mental kerja peserta sesuai kebutuhan industri Jepang.

“Dari 209 pendaftar, terpilih 119 orang yang mengikuti seleksi hari ini,” jelas Fachrudin. Peserta berasal dari Lotim (59 orang), Lombok Tengah (29), Lombok Barat (12), Mataram (6), Sumbawa (7), Dompu (3), dan KLU (1).

Rangkaian seleksi yang digelar sangat ketat, mencakup  Tes ketahanan fisik (lari 2,4 km),  Tes matematika dan bahasa Jepang.  Pemeriksaan kesehatan (medical check up). Peserta yang lulus seleksi tahap I di Lombok ini akan mengikuti pelatihan tahap II di Bekasi. Jika dinyatakan lulus semua, mereka akan diberangkatkan ke Jepang pada awal tahun 2026.

Fachrudin menyampaikan bahwa pihak Jepang sangat terbuka menerima tenaga kerja dari Indonesia. “Bagi pihak Jepang katanya sudah siap berapapun tenaga dari Indonesia. Hanya saja memang prosesnya cukup ketat karena disyaratkan demikian, mulai dari keahlian berbahasa hingga kesehatan,” jelasnya.

Lowongan pekerjaan (job order) yang tersedia di Jepang untuk peserta magang ini terutama di sektor konstruksi dan manufaktur.

Program pemagangan ke Jepang melalui BPVP Lenek ini tidak hanya menjadi harapan baru bagi 119 peserta seleksi, tetapi juga dipandang sebagai kontribusi nyata dalam mengatasi pengangguran sekaligus meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia asal Lombok Timur dan NTB secara umum di kancah internasional. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO