spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIMenag: Kuota Haji 2026 Belum Diputuskan Tapi Berpotensi Bertambah

Menag: Kuota Haji 2026 Belum Diputuskan Tapi Berpotensi Bertambah

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan kuota haji Indonesia untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi belum ditentukan secara resmi, namun Pemerintah Arab Saudi memberikan sinyal akan mempertahankan bahkan menambah kuota.

“Kuota tahun depan itu nanti akan ditentukan pada saatnya. Tetapi isyarat-isyarat awal, Pemerintah Saudi Insya Allah tetap akan mempertahankan minimum kuota yang ada sekarang. Tetapi ada usaha Saudi Arabia itu akan menambah kuota malah,” kata Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin, 14 Juli 2025.

Ia menjelaskan isyarat penambahan kuota itu seiring dengan pengembangan infrastruktur di sejumlah titik krusial ibadah haji. Arab Saudi saat ini tengah melakukan sejumlah pembangunan, terutama di kawasan Mina yang selama ini menjadi lokasi paling padat saat puncak ibadah haji.

Sejumlah menara atau tower telah mulai dibangun sebagai pengganti tenda-tenda yang selama ini digunakan jamaah. “Targetnya nanti mungkin beberapa tahun akan datang, itu akan semakin berkurang kemah, tapi bertambah berdiri banyak apartemen di situ,” ujar dia.

Selain pengembangan akomodasi, Pemerintah Arab Saudi juga memperluas infrastruktur transportasi, termasuk jalan raya dan opsi pembangunan jalan layang (flyover) untuk mengurangi kemacetan selama masa puncak haji.

Menag menambahkan perluasan juga terjadi di area Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta fasilitas-fasilitas utama seperti tempat thawaf, sa’i, dan jamarat. “Bahkan bandara juga diperluas. Bandara lama akan diaktifkan kembali dan alternatif bandara di sekitar Thaif pun disiapkan,” kata dia.

Menurut Nasaruddin, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Arab Saudi agar waktu tunggu pelaksanaan ibadah haji, terutama bagi jamaah dari negara-negara dengan daftar tunggu panjang seperti Indonesia, bisa semakin dipercepat.

Tutup Operasional Haji

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi menutup operasional penyelenggaraan Ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin, 14 Juli 2025.

“Alhamdulillah seluruh tahapan operasional haji. Secara umum, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan sukses. Kita bersyukur semua tantangan dan dinamika yang terjadi bisa diatasi,” ujar Menag.

Dalam fase pemulangan, jamaah Kelompok Terbang (Kloter) 28 asal Embarkasi Kertajati (KJT-30) menutup penerbangan terakhir dari tanah suci ke Indonesia.

Begitu pula dengan seluruh petugas haji yang telah bekerja selama lebih dari 70 hari lamanya. Menag mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah dengan ikhlas dan sabar membantu jamaah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Menag Nasaruddin Umar kepada Presiden Prabowo Subianto atas arahan dan dukungannya, sehingga ibadah haji tahun ini berjalan sukses dan lancar.

“Jamaah Indonesia juga bisa mengikuti puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, ada juga yang disafariwukufkan dan dibadalhajikan,” kata dia.

Menag merinci sebanyak 103.806 peserta haji dalam 266 kelompok terbang mendarat di Madinah pada fase kedatangan gelombang I. Kemudian, 99.343 orang mendarat di Jeddag pada fase kedatangan gelombang II.

Sementara pada fase pemulangan, 101,339 orang yang tergabung dalam 260 kloter pulang ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Sebanyak 101.274 orang pulang ke Indonesia dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

Sebanyak 99,29 persen jamaah haji reguler melaksanakan haji tamattu, 0,66 persen haji ifrad, dan 0,04 persen melaksanakan haji qiran.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga melakukan safari wukuf bagi 34 peserta haji Indonesia lansia dan disabilitas. Selain itu, ada 334 orang yang dibadalhajikan, terdiri dari 159 orang badal wafat dan 175 badal sakit di RS Arab Saudi.

Masih ada 40 haji Indonesia yang dirawat di RS Arab Saudi. Mereka akan tetap mendapat pendampingan dari Kantor Urusan Haji (KUH) pada KJRI di Jeddah.

Hingga masa operasional berakhir ini juga tercatat ada 447 orang jamaah haji Indonesia yang wafat, terdiri atas 435 haji reguler dan 12 haji khusus. “Jumlah ini turun dibanding dengan total wafat pada 2024 yang mencapai 461 orang,” kata Menag. (ant)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO