Selong (Suara NTB) – Menindaklanjuti arahan Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sinta Iqbal, Bunda Literasi Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Hj. Ra’yal Ain Warisin, secara resmi mengukuhkan 21 Bunda Literasi Kecamatan dan 254 Bunda Literasi Desa/Kelurahan se-Lotim pada Senin, 14 Juli 2025 . Pengukuhan massal ini menjadikan Lotim sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki struktur Bunda Literasi hingga tingkat desa.

Acara yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur ini dihadiri Wakil Bupati Lotim H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi NTB Dr. H. Ashari, S.H., M.H., jajaran PKK, organisasi wanita, serta kepala OPD se-Lotim. Pengukuhan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Bunda PAUD Kecamatan/Desa se-Lotim.
Hj. Ra’yal Ain Warisin menyatakan pengukuhan ini merupakan implementasi cepat dari arahan Bunda Literasi Provinsi NTB saat pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-NTB pada 2 Juli 2025 lalu. Saat itu, Hj. Sinta Iqbal menekankan pentingnya Bunda Literasi mendukung pencapaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perpustakaan.
Kepala DPK Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi. “Lombok Timur menjadi yang pertama se-NKRI mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Terima kasih kepada Bunda Literasi Kabupaten dan Kadis Dispersip Lotim. Terus kokohkan koordinasi, mudah-mudahan IPLM dan TGM Lombok Timur bisa melesat ke puncak, berpengaruh pada IPLM dan TGM NTB secara nasional,” tegas Ashari.
Dalam arahannya, Hj. Ra’yal Ain Warisin mendorong para Bunda Literasi Kecamatan dan Desa (yang dijabat oleh istri Camat dan Kepala Desa/Lurah) untuk menjadi motor penggerak utama peningkatan literasi. Ia menekankan pentingnya menghidupkan perpustakaan desa/kelurahan.
“Ibu-ibu harus dorong Pak Kades/Pak Lurah untuk menghidupkan kembali perpustakaan desa/kelurahan: menyiapkan ruang koleksi dan baca, petugas, dan anggaran berkelanjutan. Anak-anak harus diawasi memiliki waktu membaca buku. Dalam derasnya fenomena media sosial berbasis HP, kita harus terus mendorong anak dan keluarga membaca buku,” pesan Ketua TP PKK Kabupaten Lotim ini. Program Bunda Literasi akan berjalan terus dengan berkoordinasi intensif bersama DPK Lotim.
Wakil Bupati Lotim, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan pentingnya kolaborasi Bunda Literasi dengan TP PKK dan Bunda PAUD. Ia memperluas makna literasi. “Literasi bukan hanya membaca, tetapi juga menulis, berbicara, dan mendengar. Literasi dengan membaca buku sangat penting di tengah derasnya pengaruh media sosial yang seringkali tidak bermutu. Ibu-ibu perlu mengarahkan anak-anak dan masyarakat untuk berwisata literasi di perpustakaan,” ujar Edwin.
Kepala Dispersip Kabupaten Lotim, Dr. H. Mugni, M.Pd., menyatakan optimisme tinggi bahwa 7 indikator IPLM dan 5 indikator TGM akan tercapai bertahap di Lotim berkat kontribusi Bunda Literasi di semua tingkatan.
Ia menjelaskan IPLM ada tujuh indikator, yakni (1) Lembaga Perpustakaan, (2) Koleksi Buku, (3) SDM Perpustakaan, (4) Standar Layanan, (5) Anggota Perpustakaan, (6) Sosialisasi, (7) Kunjungan/Hari.
Sedangkan TGM ada lima indikator, yakni (1) Frekuensi Membaca, (2) Durasi Membaca, (3) Jumlah Buku Dibaca, (4) Frekuensi Akses Internet, (5) Durasi Akses Internet.
“Lotim siap bergerak untuk mengikhtiarkan posisi puncak IPLM dan TGM untuk NTB. Meningkatkan kuantitas dan kualitas IPLM dan TGM adalah IKU/IKK kami. Untuk itu, kami terus menambah durasi layanan sebagai kebijakan inovasi,” pungkas Mugni, menegaskan komitmen Dispersip Lotim dalam memajukan literasi di daerahnya. (rus)



