Mataram (Suara NTB) – Komitmen Pemprov NTB melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB dalam meningkatkan literasi masyarakat terus dilakukan. Meski dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, upaya meningkatkan literasi atau minat baca masyarakat tetap dilakukan.
Seperti yang dilakukan Selasa, 15 Juli 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB menggelar sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) untuk perpustakaan mitra di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa secara daring. Kegiatan ini juga diikuti langsung Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB H. Amir, SPd., M.Pd., dan dari perpustakaan mitra di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa.
Â
Pustakawan Ahli Madya pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Hj. Hermin Riu, S.Sos., menjelaskan, jika pemerintah terus berusaha menambah jumlah perpustakaan, baik di desa maupun kelurahan. Melalui TPBIS, terangnya. pendekatan perpustakaan yang tak hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
‘’TPBIS merupakan salah satu strategi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat, pembangunan karakter bangsa, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,’’ terangnya, Selasa, 15 Juli 2025.
Selain itu, tambahnya, sosialisasi secara daring ini dilakukan menindaklanjuti Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Nomor 000.4.8.2/48/DPKP.NTB/2025, Tanggal 14 April 2025 tentang Penetapan Perpustakaan Desa/Kelurahan, Penerima Bantuan Replikasi Program Peningkatan Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi NTB.
‘’Maka kami melakukan sosialisasi program kegiatan secara daring, Selasa  15 Juli 2025,’’ terangnya.
Pada kegiatan ini, terangnya, ada pengarahan terkait program yang akan dilakukan. Kemudian pengarahan petunjuk teknis pelaksanaan bimbingan teknis dan juga diskusi. Â Pihaknya mengharapkan dengan kegiatan ini upaya meningkatkan minat baca masyarakat dan dampak dari keberadaan perpustakaan mitra di kabupaten/kota di NTB dirasakan oleh masyarakat.
Masyarakat bisa mendapatkan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya itu, melalui bahan bacaan yang ada di perpustakaan masyarakat bisa belajar dan mendapatkan pengetahuan terkait jenis usaha apa yang akan dikembangkan. (ham)



