spot_img
Sabtu, Februari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATDamkar Lobar Bentuk Relawan Tingkat Desa

Damkar Lobar Bentuk Relawan Tingkat Desa

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Barat (Lobar) membentuk relawan Damkar di tingkat desa. Para relawan pun telah dibekali pelatihan selama dua hari (Senin dan Selasa). Untuk tahap awal, relawan yang dibentuk dan dilatih baru 50 orang tersebar di enam desa. Secara bertahap relawan Damkar ini akan direkrut di semua desa dan kelurahan di Lobar.

Relawan tingkat desa ini berperan membantu untuk percepatan pelayanan masyarakat dalam hal penanganan kebakaran.

Kepala Dinas Damkar Lobar H Suherman menerangkan bahwa relawan Damkar dilatih sebanyak 50 orang berasal enam desa, yakni Desa Batu Putih, Karang Bayan, Sesaot, Lemah Sari, Guntur Macan dan Dasan Baru. “Jadi kita bentuk Relawan Damkar tingkat desa, tahap awal ini di enam desa dan mereka kita latih selama dua hari,” kata Suherman, kemarin.

Relawan yang dibentuk tahap awal ini dipilih atau diambil dari desa-desa yang jauh dari jangkauan kantor Damkar, karena diharapkan nanti relawan ini bisa melakukan langkah – langkah penanganan pertama di lokasi ketika kejadian kebakaran. “Mereka membantu penanganan pertama, dan memberikan info kita secepatnya untuk laporan kebakaran agar cepat kita tangani,”jelasnya.

Diharapkan, dengan lebih cepat dapat informasi ke Damkar, pihaknya juga segera turun penanganan di lapangan. Sehingga diharapkan bisa memenuhi response time Damkar khususnya ke wilayah yang terjauh. Relawan ini dibekali ilmu rentang materi dan praktik pemadam kebakaran. Pada hari pertama, mereka khusus diberikan tentang materi yang diberikan oleh para pemateri atau narasumber melibatkan BPBD Provinsi dan Analis Damkar Lobar.

Kemudian hari kedua, praktik yang lebih ditekankan. Masing-masing orang melakukan praktik kalau terjadi kebakaran kompor, tabung gas, dan kebakaran yang membesar. “Dan teman-teman relawan antusias,” imbuhnya.

Para relawan juga dibekali pelatihan kesamaptaan, sehingga memiliki kesigapan terlatih. Pelatih yang dilibatkan dari unsur TNI.

Setelah mengikuti pelatihan lanjut dia, para relawan mendapatkan serifikat dari Dinas Damkar. Diharapkan dari ilmu dan praktik yang diperoleh, para relawan ini bisa mengimplementasikan di masing-masing desa. Mereka juga bisa memberikan edukasi kepada warga, tentang bagaimana menangani kebakaran seperti yang diperoleh pada pelatihan.

Ia menambahkan, terkait penanganan kebakaran ini butuh kolaborasi dengan semua pihak, terutama masyarakat. Dengan adanya relawan tentu sebagai bentuk upaya kolaborasi antara masyarakat dengan Pemkab.

“Jadi masyarakat juga ikut merasa tugas kita terkait penanganan kebakaran. Dan muara nya adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan masyarakat pun merasakan kehadiran pemerintah. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO