spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEImbas Jatuhnya Dua Pendaki Asing, BTNGR Tutup Sementara Pendakian Rinjani

Imbas Jatuhnya Dua Pendaki Asing, BTNGR Tutup Sementara Pendakian Rinjani

Mataram (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) resmi menutup sementara jalur pendakian Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak. Penutupan ini mulai berlaku sejak Rabu, 16 Juli 2025 hingga waktu yang akan diumumkan kemudian.

Kepala BTNGR, Yarman mempublikasikan pengumuman penutupan melalui Surat Nomor: PG.4/T.39/TU/KSA.04.01/B/07/2025, yang dipublikasikan melalui laman resmi BTNGR pada Kamis, 17 Juli 2025.

“BTNGR juga menutup pemesanan tiket melalui aplikasi eRinjani,” ujarnya.

Meskipun jalur Pelawangan Sembalun ke Danau Segara Anak ditutup, jalur pendakian lainnya masih tetap dibuka. BTNGR juga menegaskan bahwa pengunjung yang telah memiliki tiket tetap diperbolehkan mendaki sesuai tanggal yang tertera pada tiket masing-masing.

Dalam pengumuman itu, Yarman menyebutkan bahwa alasan penutupan jalur ini berkaitan dengan aktivitas peningkatan wisata alam serta pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.

Penutupan ini terjadi tak lama setelah dua insiden kecelakaan beruntun menimpa pendaki asing di jalur yang sama. Pendaki pertama, warga negara Swiss berinisial BE (46), terjatuh pada Rabu, 16 Juli 2025.

Keesokan harinya, Kamis, 17 Juli 2025, pendaki asal Belanda yang tinggal di Denmark bernama Sarah Tamar van Hulten dilaporkan mengalami kecelakaan sekitar pukul 13.00 Wita, juga di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Kedua pendaki tersebut telah berhasil dievakuasi dengan menggunakan helikopter. Saat ini BTNGR terus melakukan evaluasi terhadap jalur pendakian demi menjamin keselamatan para pengunjung. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO