spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBPenting, Pelibatan Generasi Muda dalam Lestarikan Kebudayaan

Penting, Pelibatan Generasi Muda dalam Lestarikan Kebudayaan

Mataram (Suara NTB) – Pengembangan generasi muda dalam bidang kebudayaan semakin relevan di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. Jika ini tidak segera diatasi, maka kekhawatiran generasi muda melupakan akar budayanya bisa semakin parah.

Untuk itu, kegiatan Festival Budaya Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Begawe, 4 hingga 5 Juli 2025 lalu diharapkan mampu membuat generasi muda semakin mencintai budayanya sendiri.

Ketua Panitia Undikma Dalang Kreatif Ishak Sirullah, menjelaskan, festival ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas berbasis budaya, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara seniman muda dan komunitas budaya lokal.

Dalang Muda Wayang Inovatif ini juga mengharapkan berbagai jenis peninggalan budaya atau seni harus dibangkitkan dan dimunculkan kembali oleh generasi muda yang ada sekarang ini, sehingga budaya dan tradisi yang ada di NTB tidak kalah oleh modernisasi dan globalisasi.

Tidak hanya itu, dirinya menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan wayang inovatif dan memperkenalkan budaya NTB ke tingkat nasional hingga internasional. Baginya, pelestarian budaya adalah sebuah keharusan sebagai upaya mempertahankan identitas bangsa.

Keterlibatan anak muda menjadi bagian yang sangat penting untuk mewujudkan pelestarian budaya tersebut karena merekalah memegang estafet keberlanjutan budaya. “Budaya adalah identitas, dan kami sebagai generasi muda punya tanggung jawab untuk menjaganya. Melalui inovasi, kita bisa menjadikan budaya NTB dikenal di dunia,” katanya.

Selain itu, tambahnya, transformasi budaya menjadi sebuah keharusan untuk mempertahankan budaya di setiap zamannya. Di era global saat ini, seni dan budaya haruslah bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan minat generasi saat ini.

Hadirnya wayang inovatif cerita rakyat dengan memadukan teknologi Augmented Reality (AR) adalah upaya kreatif dalam menciptakan sebuah karya yang memadukan unsur kesenian tradisi (wayang kulit) dan teknologi digital untuk mengangkat kembali folklor/cerita rakyat yang ada dalam naskah lontar.

Hal senada disampaikan Presiden Mahasiswa Undikma Ikhwanul Redha. Dirinya memberikan apresiasi karena dilibatkan dalam Wayang Inovatif, sebuah terobosan seni budaya yang digagas oleh Sunardy Kasim, M.Sn, yang juga merupakan Ketua Yayasan Bale Agung Ajar Wali—lembaga yang fokus pada pengembangan kreativitas anak muda di bidang kebudayaan.

“Saya merasa terhormat bisa ikut memainkan wayang inovatif ini. Selain menjadi bentuk pelestarian budaya, ini juga menjadi media edukatif yang membumi bagi generasi muda,” ujar Ikhwanul.

Ikhwanul Reda juga mengharapkan agar pelestarian budaya tidak berhenti di tataran seremonial, tetapi menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan, dengan melibatkan generasi muda sebagai pelopor dan agen perubahan. (ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO