Taliwang (Suara NTB) – PT Arnawa Pesisir Hijau menindaklajuti komitmennya kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk membangun fasilitas pengering rumput laut.
Saat ini perusahaan swasta yang fokus pada usaha budidaya rumput laut itu tengah menyelesaikan tahap akhir dari pembangunan fasitas pengering dengan sistem Solar Dryer Dome yang ditempatkan di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang tersebut.
“Sudah hampir selesai dan dalam waktu dekat akan segera diuji coba,” kata kepala Dinas Perikanan KSB melalui Kabid Perikanan Budidaya, Ahlul Afwan, Rabu, 16 Juli 2025.
Teknologi alat pengering yang dibangun oleh PT Arnawa itu, dikatakan Afwan ramah lingkungan. Berkonsep rumah kaca, panas matahari menjadi sumber energi utama proses pengeringannya. “Proses pengeringannta cepat karena hanya butuh waktu kurang dari 2 kali 24 jam dan dampak lingkungannya minim,” paparnya.
Dalam membangun fasilitas pengering rumput laut itu, PT Arnawa bekerja sama dengan Pemda KSB. Dimana lahan yang dijadikan lokasi kegiatan adalah milik pemerintah KSB. “Kalau tidak salah mereka menyewa selama 3 tahun ke depan,” papar Afwan.
Afwan menyebut, alat pengering PT Arnawa itu dapat menampung seluruh produksi rumput laut petani KSB setiap musim panen. Namun demikian serapan perusahaan tetap mengacu pada kemampuannya mengikuti harga pasar. “Artinya kalau harga jual di tingkat petani sesuai hitungan eknomi perusahaan. Maka PT Arnawa bisa serap semua hasil panen petani saat itu,” sebutnya seraya menrinci kemampuan daya tampung fasilitas pengering milik PT Arnawa itu.
“Kalau lihat data teknisnya, kapasitasnya bisa 10 ton rumput laut basah dalam sekali proses pengeringan. Itu artinya produknya jadi 1 ton kering,” sambung Afwan.
Selanjutnya Afwan menyampaikan, keberadaan PT Arnawa di KSB tidak saja untuk berbisnis pengeringan rumput laut. Namun perusahaan itu dalam bisnis jangka panjangnya memiliki rencana untuk membuat produk akhir dari pengelolaan rumput KSB. “Mereka mau buat mie rumput laut sebagai produk akhirnya. Dan tentu kami mendukung hal itu karena akan menjadi salah satu cara kita melakukan hilirisasi atas pengelolaan sumber daya perikanan daerah,” pungkasnya. (bug)


