Mataram (Suara NTB) – Tim Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Balai Bahasa Provinsi NTB menyasar Gugus 1 Kecamatan Labuhan Badas, SMPN 1 Sumbawa, dan SMAN 1 Sumbawa, pada Kamis, 17 Juli 2025. Pelaksanaan di SMAN 1 Sumbawa adalah tindak lanjut dari pendampingan yang dilakukan tim pada Senin, 14 Juli 2025.
Sedangkan pelaksanaan UKBI di SMPN 1 Sumbawa merupakan tindak lanjut dari pendampingan pada Rabu, 16 Juli 2025. Para siswa berusaha mendapatkan nilai terbaik pada pengujian kali ini.
Sementara itu, pelaksanaan di Gugus 1 Kecamatan Labuhan Badas melibatkan 14 sekolah yang terdiri atas 20 guru kelas V dan 20 guru kelas VI. Sekretaris Gugus 1 Labuhan Badas Hasbullah menyampaikan kegiatan ini memiliki waktu persiapan yang singkat.
“Hari Selasa saat mendengar penyampaian dari Balai Bahasa Provinsi NTB saat pendampingan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, kami Gugus 1 Labuhan Badas langsung bersiap menyiapkan kegiatan ini. Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kulitas kita sebagai tenaga pengajar,” tandasnya.
Pada pendampingan kali ini, Koordinator Tim UKBI Balai Bahasa NTB, Hartanto menjelaskan tata cara pendaftaran UKBI. Ia menekankan terkait dokumen yang diperlukan siswa untuk mendaftar, seperti pas foto, foto kartu keluarga atau identitas lainnya, dan posel.
Ia pun mengimbau setiap sekolah untuk memfasilitasi anak didiknya kartu tanda pelajar yang tercantum dengan NISN. Kartu tersebut akan sangat berguna bagi siswa, tidak hanya untuk mendaftar UKBI.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi juga turut hadir dalam kegiatan pendampingan di Gugus 1 Kecamatan Labuhan Badas. Ia menjelaskan tentang program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu literasi, pemartabatan bahasa Indonesia, dan revitalisasi bahasa daerah.
Dalam kegiatan pendampingan ini, Dwi Pratiwi juga menyampaikan bahwa tim dari Balai Bahasa Provinsi NTB akan membedah surat dari Gugus 1 Kecamatan Labuhan Badas. “Ada beberapa hal yang harus kita sepakati agar ke depannya surat-surat yang dibuat dapat lebih baik, lebih sesuai dengan kaidah kebahasaan,” jelasnya. (ron)


