Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan kembali meluncurkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025. Berbeda dengan edisi sebelumnya yang hanya dapat diakses oleh pemerintah daerah dan satuan pendidikan, Rapor Pendidikan Indonesia 2025 yang diluncurkan pada bulan Juli ini dirancang untuk dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas.
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB, Katman sebagai perwakilan UPT Kemendikdasmen di NTB menyampaikan, rapor pendidikan daerah merupakan potret mutu pendidikan di daerah bersangkutan. Ia mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk menjadikan rapor pendidikan acuan dalam meningkatkan layanan dan mutu pendidikan.
Beberapa indikator yang bisa menjadi referensi daerah untuk meningkatkan komitmen dalam memperbaiki kualitas layanan dan mutu pendidikan antara lain terkait capaian literasi murid, numerasi, iklim satuan pendidikan, dan kualitas guru.
“Melalui proses analisis secara mendalam didukung oleh tersedianya referensi kegiatan yang bisa dilakukan, akan mempermudah daerah dalam memilih fokus untuk memperbaiki kinerja pendidikan daerah,” ujar Katman, pada Kamis, 17 Juli 2025.
Perilisan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kemendikdasmen dalam mendorong partisipasi semesta demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk seluruh rakyat Indonesia.
Masyarakat umum, termasuk orang tua, badan legislatif, peneliti, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga non-pemerintah lainnya, kini dapat memanfaatkan informasi yang tersedia untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan secara kolaboratif.
Pendidikan yang berkualitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil dari kolaborasi seluruh elemen bangsa: orang tua, pendidik, pengambil kebijakan, peneliti, organisasi masyarakat, dan setiap warga negara yang peduli pada masa depan generasi penerus.
“Dengan data yang akurat, transparan, dan mudah diakses, kita memiliki kekuatan untuk membuat perubahan nyata. Kini saatnya kita bergerak, berdaya, dan bergandengan tangan dalam gotong royong menciptakan pendidikan yang merata, adil, dan bermutu bagi semua anak Indonesia dari pelosok desa hingga jantung kota. Karena masa depan Indonesia, dimulai dari pendidikan hari ini,” ajak Katman.
Rapor Pendidikan Indonesia 2025 menghadirkan pembaruan data berdasarkan indikator dan sumber terkini, yang telah divalidasi menggunakan data pendidikan tahun 2024. Dalam edisi kedua ini, kami juga menambahkan dua fitur utama: indikator untuk jenjang PAUD yang melibatkan peran aktif orang tua, serta Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan yang mencerminkan capaian layanan dasar pendidikan di berbagai wilayah.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin melalui keterangan resmi yang diterima Suara NTB, mengatakan, dengan keterbukaan akses ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Data yang tersaji, yang bersumber dari asesmen nasional serta data pendidikan relevan lainnya, dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan di berbagai tingkatan mulai dari lembaga pemerintahan hingga komunitas pendidikan lokal.
Lebih dari itu, Rapor Pendidikan Indonesia 2025 juga dapat menjadi rujukan terpercaya bagi kalangan akademisi dan peneliti, serta panduan praktis bagi sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran anak secara lebih tepat sasaran. (ron)



