Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, menyalurkan Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berupa beras 20 kilogram atau sekitar 725.020 kilogram bagi 36.251 penerima bantuan selama 3 bulan.
“Penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga kondisi masyarakat terutama di bidang pangan untuk menekan terjadinya inflasi,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, Jumat, 18 Juli 2025.
Dikatakan Haji Jarot, dengan adanya bantuan ini diharapkan kondisi masyarakat tetap stabil terutama di bidang pangan. Bupati juga meminta kepada semua pihak yang terkait dalam penyaluran Bapang harus tepat sasaran sesuai dengan data penerima.
“Penyaluran bantuan ini harus tepat sasaran, sehingga dampak dari inflasi bisa diminimalisir serta tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di lapangan,” ucapnya.
Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog, Zuhri Hanafi, menjelaskan, peluncuran ini merupakan bagian dari kegiatan bantuan pangan tahun 2025. Penyaluran bapang diharapkan bisa meringankan beban masyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras.
“Jadi, Bapang yang kita salurkan ini langsung dalam dua tahap dengan total bantuan sebesar 20 kilogram beras,” ujarnya.
Adapun pola penyalurannya melalui, jasa tranforter dengan mengambil beras di pintu gudang Bulog, kemudian diangkut hingga titik distribusi di Desa dan Kelurahan. Selanjutnya, disalurkan oleh Desa dan Kelurahan kepada PBP.
“Secara umum jumlah penerima tetap, hanya saja ada beberapa kecamatan yang bertambah maupun berkurang,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Syaihuddin, mengatakan, penyaluran Bapang CBP ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan. Selain itu, bantuan itu juga dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gizi dan mengendalikan gejolak harga pangan.
“Penyaluran Bapang sebagai upaya memitigasi dampak bencana yang menyebabkan kekeringan dan kerawanan pangan baik penduduk miskin maupun penduduk rentan miskin,” tambahnya. (ils)
–


