spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATFestival Sandeka Dilao', Bupati Amar Pesan Nilai Adat Harus Tetap Dilestarikan

Festival Sandeka Dilao’, Bupati Amar Pesan Nilai Adat Harus Tetap Dilestarikan

Taliwang (Suara NTB) – Warga desa Labuhan Lalar, kecamatan Taliwang kembali menggelar Festival Adat Sandeka Dilao’. Agenda tahunan itu pun turut dihadiri oleh Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah.

Kegiatan ritual adat masyarakat Labuhan Lalar itu digelar pada, Sabtu, 19 Juli 2025. Hadir bersama Bupati dalam kesempatan tersebut yaitu wakil ketua DPRD, Merlisa, Dandim 1628/KSB, perwakilan Polres KSB, Kepala kejaksaan Negeri KSB serta sejumlah kepala OPD lainnya.

Festival ini berlangsung meriah. Diawali dengan pawai budaya yang diikuti oleh berbagai etnis suku pesisir yang ada di KSB. Parade itu juga diisi dengan pertunjukan permainan alat musik rebana dan gong genang.

Kepala Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang, Rahmanuddin dalam laporannya menyebutkan, pada kegiatan sandekah diao’ tahun ini mengusung tema Bersatu Menuju Peradaban yang Humanis. ” Kegiatan yang kami laksanakan ini merupakan agenda rutin yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro kecil, mengangkat potensi adat seni budaya, sekaligus dapat menikmati keindahan alam,” kata Rahmanuddin.

Dalam kesempatan itu, Rahmanuddin mengungkapkan harapannya kepada pemerintah. Ia meminta agar Pemda dapat lebih memperhatikan wilayah pesisir terutama Desa labuhan lalar yang mata pencahariannya melaut. “Mudah-mudahan lebih banyak lagi daya dukung Pemda ke kami, warga pesisir. Dan mungkin salah satunya dalam event ini karena kami bisa mengambil manfaat serta nilai tambah dari sini,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati H Amar Nurmansyah dalam sambutannya, memberi apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Labuhan Lalar yang telah sukses melaksanakan kegiatan Sandekah Diao’ tahun 2025 ini. ” Ini adalah event strategis potensial yang punya peran vital bagi masyarakat Desa Labuhan Lalar,” katanya.

Bagi Bupati, acara ini bukan hanya sekedar seremonial. Menurut dia, ada nilai adat yang kuat dan komitmen yang dijunjung tinggi oleh 8 keterwakilan suku di Desa Labuhan Lalar ini.

“Ini adalah simbol kebersamaan melalui janji untuk bersatu, menjaga Desa Labu lalar. Seperti kata pepatah, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Pegang pelajaran ini dengan baik, jika ada masalah bicarakan dengan baik baik. Saya titip nilai adat yang ada di Desa Labuhan Lalar ini, jaga dengan baik,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan, bahwa kegiatan Sandekah Dilao’ ini merupakan bagian dari program pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Program KSB Maju Luar Biasa di bidang pariwisata. “Event ini akan kita jadikan bagian dari upaya membangun ekonomi, budaya, UMKM maju yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Sandeka Dilao’ merupakan ritual adat masyarakat Labuhan Lalar yang digelar setiap tahun. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur warga desa yang sebagian besar sebagai nelayan kepada maha pencipta karena telah memberikan rezeki kehidupan melalui kekayaan alam lautnya. (bug)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO