Mataram (Suara NTB) – Rencana pengembangan proyek pesawat amfibi (seaplane) dan glamping (glamorous camping) di kawasan Gunung Rinjani menuai penolakan luas dari berbagai kalangan masyarakat. Proyek ini dinilai berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem Rinjani.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, menyatakan sikap tegas mendukung masyarakat yang menolak rencana pembangunan proyek seaplane di Rinjani. “Saya kira alam Rinjani ini harus dijaga kelestariannya. Karena itu kami juga tidak setuju dengan upaya pembangunan yang bisa mengganggu kelestarian lingkungan di Gunung Rinjani,” kata Isvie.
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa pihaknya telah mendengar rencana pengembangan proyek tersebut dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Diketahui, perusahaan PT SPI yang akan membangun seaplane tersebut telah mengajukan perizinan berusaha ke pemerintah pusat.
Jika terealisasi, proyek ini memungkinkan wisatawan berkantong tebal mengunjungi puncak Rinjani dengan seaplane yang akan mendarat di Danau Segara Anak, diikuti dengan aktivitas glamping. “Saya kira alam Rinjani harus dirawat. Jangan dirusak atas nama pariwisata,” tegas Isvie.
Ia pun mendukung penuh gerakan masyarakat peduli lingkungan, termasuk aspirasi warga sekitar Sembalun yang menolak proyek tersebut. Menurutnya, proyek seaplane dan glamping sangat rentan merusak tatanan ekosistem dan kelestarian lingkungan Taman Nasional Gunung Rinjani.
“Banyak penolakan dari masyarakat Sembalun. Saya kira pemerintah juga harus mendengar itu. Kita mendukung pengembangan pariwisata tapi tidak serta merta harus memberikan izin,” papar Isvie.
Sebelumnya, rencana pembangunan proyek seaplane dan glamping telah memicu demonstrasi oleh gabungan massa dari mahasiswa, aktivis lingkungan, dan warga. Mereka tergabung dalam Aliansi Rinjani Memanggil, Rinjani Bergerak, Koalisi Pecinta Alam, dan Masyarakat Sipil Peduli Rinjani. Aksi tersebut digelar di depan kantor Balai TNGR, menyuarakan penolakan terhadap proyek yang dianggap merusak lingkungan kawasan zona inti Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), tepatnya di sekitar Danau Segara Anak. (ndi)


