Mataram (Suara NTB) – Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) mengevaluasi realisasi kinerja organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kota Mataram. Evaluasi difokuskan pada kelemahan dan kendala dihadapi, sehingga capaian tidak maksimal.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang juga Sekda Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri dikonfirmasi pekan kemarin menerangkan, pihaknya rutin melakukan evaluasi dan monitoring khususnya bagi organisasi perangkat daerah pengelola pendapatan asli daerah. Evaluasi difokuskan pada kelemahan dan kendala dihadapi, sehingga capaian kurang maksimal. “Kita terus evaluasi dan pantau kinerja OPD penghasil PAD ini,” terangnya.
Pihaknya optimis capaian pendapatan asli daerah bisa tercapai sesuai target ditetapkan, khususnya pajak diluar retribusi parkir dan retribusi parkir. Sekda menegaskan, capaian PAD itu juga tidak ansih melihat itu saja, melainkan pihaknya juga mencari sumber pendapatan asli daerah yang baru atau sumber lama yang belum optimal digarap. “Sekarang reklame sudah mengalami penurunan, tetapi kit acari potensi yang lain,” pungkasnya.
Pajak reklame dinilai mengalami penurunan karena terjadi pergeseran dari cara pengusaha memasang iklan. Pengusaha cendrung promosi melalui media sosial. Selain itu, jatuh tempo pembayaran pajak pada akhir tahun. Hal ini dinilai berpengaruh pada capaian pajak reklame dan lain sebagainya.
Sementara, data perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram dari pajak sampai tanggal 11 Juli 2025, mencapai Rp147,3 miliar lebih dari target Rp291,2 miliar lebih. Dengan rincian, pajak hotel dari target Rp30 miliar terealisasi Rp12,8 miliar lebih. Pajak restaurant dari target Rp40 miliar terealisasi Rp24 miliar lebih. Pajak hiburan dari target Rp6 miliar terealisasi Rp3,7 miliar. Pajak parkir dari target Rp2 miliar terealisasi Rp1,1 miliar lebih. Pajak air bawah tanah dari target Rp2 miliar terealisasi Rp1,3 miliar lebih. Pajak bumi dan bangunan dari target Rp29 miliar terealisasi Rp8,5 miliar lebih. Pajak bea perolehan atas tanah dari target Rp30 miliar terealisasi Rp19,6 miliar lebih. Pajak reklame dari target Rp6 miliar terealisasi Rp2,2 miliar. Pajak penerangan jalan umum dari target Rp48 miliar terealisasi Rp22 miliar lebih. Opsen pajak dari target Rp61,5 miliar lebih terealisasi Rp33,6 miliar lebih. Opsen BBNKB dari target Rp36,4 miliar lebih terealisasi Rp15,9 miliar.
Sekda optimis target PAD dapat terealisasi dengan mengoptimalkan sejumlah potensi pajak maupun retribusi. (cem)



