Giri Menang (Suara NTB) – Cadangan beras Pemkab Lombok Barat (Lobar) tersisa sekitar 3 ton untuk kebutuhan penanganan jika terjadi bencana. Beras ini disimpan di gudang Bulog.Tahun ini, rencananya diadakan sebanyak 60 ton yang disiapkan dengan alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar.
“Untuk tahun 2024 masih sisa sekitar 3 ton, yang bisa dipakai kalau kondisi darurat terjadi bencana,” terang Khalid Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Lobar, pekan kemarin.
Untuk tahun ini akan disiapkan sekitar 60 ton berdasarkan alokasi anggarannya yang sudah diberikan sekitar. “Ini untuk pembelian tahun ini,”imbuhnya.
Cadangan beras ini disimpan di Gudang Bulog. Selama tahun ini, kata dia, belum ada penyaluran bantuan beras ini. Kendati ada desa yang mengusulkan melalui surat, namun bersurat ke dinas saja, tidak bersurat juga ke sekda. Atas dasar perintah sekda, pihaknya bisa mengeluarkan beras dari gudang Bulog.
Pihaknya pun meminta kepada desa agar pengusulan bantuan beras ini melalui surat usulan dari desa ke Sekda ditembuskan ke dinas.
Sekda nantinya memerintahkan OPD untuk memproses usulan itu. Menurutnya, kalau tidak diperintah sekda, pihaknya tidak berani mengambil sikap. Yang terjadi, surat usulan desa itu ke OPD. Seperti halnya kejadian banjir di Desa Mesanggok, pihak desa bersurat ke dinas bukan ke Sekda, sehingga tidak berani diproses. (her)



