Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, mengaku masih mempertimbangkan upaya pembubaran Perseroda Sabalong di tengah hutang perusahaan yang mencapai Rp1, 5 miliar selama menjalankan aktivitas bisnis mereka.
“Kalau kita akan bubarkan, maka kita harus rubah Perda nya dulu dan itu yang menjadi pertimbangan kita. Karena nomenklatur juga harus berubah dan harus tiga suku kata,” kata Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, H. Khaeruddin, kepada Suara NTB, Minggu, 20 Juli 2025.
Ia melanjutkan, di nomenklatur perusahaan tersebut tercatat sebagai Perseroda Sabalong Samawa dan semestinya harus tiga suku kata. Misalnya Sabalong Samawa unggul harus seperti itu karena di ketentuan Kemenkumham harus tiga suku kata.
“Jadi, kita sudah masukan melalui aplikasi tetapi ditolak dan tidak bisa muncul, makanya kita yang menjadi kendala kita untuk kita selesaikan persoalan Perseroda ini,” ucapnya.
Sementara untuk merubah Perda tersebut lanjutnya, membutuhkan waktu yang cukup panjang. Karena pemerintah harus membuat kajian terlebih dahulu dan harus melalui mekanisme Paripurna di DPRD belum lagi pembahasan klinis di Pansus.
“Prosesnya cukup panjang untuk merubah Perdanya, makanya untuk sementara ini Perseroda Sabalong kita minta mereka untuk berbenah diri terlebih dahulu,” ujarnya.
Haji Her melanjutkan, jika Persorada ini harus berjalan maka pemerintah harus memberikan suntikan dana jika tidak harus dihentikan. Terkait kondisi tersebut pemerintah sampai dengan saat ini belum mengambil sikap apakah akan dihentikan atau tetap berjalan.
“Kami masih pertimbangkan untuk Persorada ini akan dilanjutkan atau tidak, karena hasil audit ada hutang yang harus ditanggung dan nilainya lumayan besar Rp1, 5 miliar,” jelasnya.
Haji Her melanjutkan, Pemerintah pun saat ini masih mencari pola terbaik terhadap persoalan Perseroda Sabalong ini. Jangan sampai perusahaan ini dihidupkan kembali hanya untuk membayar hutang karena itu akan menjadi persoalan karena pemerintah harus memberikan suntikan dana.
“Kita bangun Perseroda jangankan untung hanya bisa membayar hutang. Makanya untuk sementara ini kita biarkan Perseroda ini bisa membenahi diri dulu,” tambahnya.
Ia menambahkan, sebenarnya Perseroda ini memiliki potensi yang cukup bagus untuk mengembangkan usahanya. Hanya saja orang yang akan memimpin Perseroda ini harus memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat untuk mengembangkan usaha yang mereka rencanakan nanti.
“Kalau dari pribadi saya, Perseroda ini memiliki peluang yang bagus dalam mengembangkan usahanya dengan catatan pengurus baru nantinya memiliki kemauan dan komitmen untuk mengembangkan usaha,” tukasnya. (ils)



