spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Ingatkan Manajemen Koperasi Merah Putih Tidak Bergaya Rentenir

Bupati Ingatkan Manajemen Koperasi Merah Putih Tidak Bergaya Rentenir

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin menyebut ada praktIk rentenir yang berkedok koperasi. Modusnya koperasi menjalankan usaha simpan pinjam. Tapi, koperasi memberlakukan bunga yang cukup tinggi dan melakukan penagihan setiap hari.

Penegasan ini dikemukakan Bupati Lotim saat memperingati Hari Koperasi ke 78 di Pendopo Bupati yang dirangkai dengan Peluncuran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang digelar serentak secara daring bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Senin, 21 Juli 2025.

H. Iron, sapaan karib Bupati Lotim berjanji akan melakukan sidak ke sejumlah koperasi yang diduga menjalankan praktik rentenir tersebut. Dia tegaskan akan memberikan teguran keras. “Saya wajib sidak, kalau ada yang saya temukan negatif maka wajib saya tegur,” urainya.

Diminta kepada seluruh koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan yang baru terbentuk agar tidak melakukan unjt usaha simpan pinjam menggunakan gaya rentenir, yakni meminjam Rp 1 juta, tapi mengembalikan Rp 2,2 juta. “Setiap hari ditagih, dan in tidak sehat. Koperasi semacam ini bukan koperasi, tapi rentenir. Bank rontok-bank rontok itu rentenir,” ujarnya mengingatkan.

Orang nomor satu di Lotim ini menerangkan asas koperasi adalah mengedepankan kebersamaan dan demokrasi. Dari anggota, oleh dan untuk anggota. Kepada pengurus diingatkan harus kreatif dan inovatif mencari core bisnis yang menguntungkan buat semua anggota.

Bagi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se Kabupaten Lotim yang sudah berbadan hukum semua, diminta untuk menjalankan usaha dengan meningkatkan modal dari kalangan anggota. Minimal jumlah anggota 400 orang per desa atau kalau bisa menembus 1.000 orang per desa dengan total simpanan pokok dan wajib masing-masing anggota Rp 1 juta, maka akan banyak bisa digunakan sebagai modal. “Jangan hanya 42 orang dengan dari simpanan pokok dan wajib Rp 200 ribu mau usaha apa?,” nilai Bupati setelah dia berdiskusi langsung dengan salah satu pengurus Koperasi Desa Merah Putih yang menyebut jumlah keanggotaan dan jumlah simpanan pokok dan wajib pada pertemuan tersebut.

Kehadiran Himbara di Koperasi Desa Merah Putih ini bisa berikan modal ini cukup luar biasa. Tinggal koperasi jalankan usaha kedepankan prinsip koperasi. Kalau keluar (dari prinsip koperasi, red) maka bisa jadi KUD, Ketua Untung Duluan yang terjadi, karena tidak perhatikan anggota. Ini penyakit koperasi,” tegas H. Iron.

Selama ini, ia menilai tidak pernah kita lihat koperasi melalukan inovasi dalam melakukan usaha yang tak menempel dan mengekor pada pemerintah. Dulu pernah ada koperasi sebagai penyalur pupuk, mitra Bulog. Untuk itu, Kopdes Merah Putih jangan hanya berharap sekadar nyantol pada badan usaha milik negara. “Sangat gampang pemerintah cantolkan usaha, seperti jadi pengecer pupuk, gas atau lainnya. Tapi usahakan usaha lain yang tidak dilakukan masyarakat lain,” paparnya lagi.

Sangat banyak usaha yang bisa dilakukan koperasi, seperti hadirnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG). “Ikan nila saja kita kirim ke Sumbawa, telur sampai sekarang belum cukup ini bisa jadi peluang bisnis Kalau MBG sudah jalan, mau tidak mau akan kita penuhi,” urainya.

Selain MBG, Lotim memiliki sentra pengolahan industri porang. Per hari kebutuhan bahan baku umbi porang 50-80 ton. Petani diharapkan bisa tanam tahun ini dan bisa panen tahun depan. “Potensi Lotim luar biasa, kalau tak tanam sekarang, maka kita tidak akan bisa,” imbuhnya.

Lotim disebut menjadi satu satunya daerah yang memiliki pabrik hasilkan tepung ada di NTB. Tepung porang yang diproduksi merupakan kualitas ekspor. Pengekspor merupakan pelaku langsung. Soal harga  porang sebelumnya Rp4 ribu, sekarang mau beli dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi Lombok Timur, Muhamad Safwan menjelaskan perkembangan koperasi di Lotim terus tumbuh. Jumlah koperasi yang aktif sebelumnya 331 ditambah dengan 254, maka saat ini terdapat 585 koperasi se Lotim yang aktif. Adapun jumlah anggota koperasi aktif 99.632 orang ditambah dengan keanggotaan koperasi desa, maka lebih dari 100 ribu orang lebih

Dalam perjalanannya, koperasi se Lotim ini memiliki Rp 236 miliar modal. Ada peningkatan sebelumnya 5,6 persen. Aset koperasi juga terus tumbuh menjadi Rp 381 miliar. Meningkat 19 persen dari sebelumnya. Sisa Hasil Usaha koperasi dicatat 2024 mencapai Rp 15,9 miliar, meningkat 6,39 persen.

“Koperasi sebagai Soko guru ekonomi berikan kesejahteraan anggota. Hal ini akan terwujud bila koperasi dijalankan dengan baik,” katanya.

Sebagai tindak lanjut Inpres 9 tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Kopdes MP, dibentuk 80 ribu se Indonesia. Lotim telah tuntas 100 persen, yakni 254 koperasi desa dan kelurahan se Lotim sudah memiliki badan hukum. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO