spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNASIONALKebakaran KM Barcelona Diduga karena Ledakan di Ruang Mesin

Kebakaran KM Barcelona Diduga karena Ledakan di Ruang Mesin

Jakarta (Suara NTB) – Peristiwa terbakarnya Kapal Motor Barcelona di perairan Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu, 20 Juli 2025, diduga disebabkan ledakan di ruang mesin kapal, kata pejabat TNI Angkatan Laut.

“Itu mungkin ada yang meledak. Kan ini pada bingung semua. Tentu meledak dari ruang mesin,” kata Kepala Staf Komando Armada (Koarmada) RI Laksamana Muda TNI Eko Wahjono saat ditemui di kampung nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin, 21 Juli 2025.

Namun demikian, Eko enggan menjelaskan secara detail terkait penyebab terjadinya ledakan. Pihaknya hanya fokus membantu proses evakuasi agar seluruh penumpang KM Barcelona selamat.

Sebelumnya, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata memastikan seluruh penumpang KM Barcelona yang terbakar di perairan Manado telah dievakuasi petugas.

“Dipastikan seluruh korban sudah dievakuasi,” kata Denih kepada ANTARA, Minggu, 20 Juli 2025.

Pewarta ANTARA pun sempat mendapat video yang memperlihatkan kondisi kapal yang terbakar setelah proses evakuasi selesai. Terlihat beberapa sisi kapal berwarna hitam karena hangus terbakar.

Pada saat yang sama, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing mengatakan tercatat ada 280 penumpang yang telah dievakuasi petugas, tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

“Untuk sementara dari 280 orang tersebut, ada tiga orang yang meninggal, namun infonya karena sakit bukan karena terbakar,” kata Franky.

Hingga saat ini proses pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal di kapal.

Kapal KM Barcelona diketahui terbakar di Perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, pada Minggu, 20 Juli 2025 siang ini. Kapal tersebut membawa penumpang dari Talaud menuju Kota Manado.

Kapal itu terbakar saat di tengah perjalanan, memperlihatkan asap tebal yang mengepung kapal. Api itu berasal dari dek atas kapal.

Semua penumpang berhamburan ke luar untuk selamatkan diri. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. KM Barcelona merupakan kapal yang mengangkut penumpang Rute Manado-Tahuna, Manado-Talaud dan rute kepulauan lainnya.

Dirawat di Rumah Sakit

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan mengatakan sebanyak 57 penumpang yang menjadi korban kecelakaan terbakarnya KM Barcelona V di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

“Berdasarkan data dari tim kesehatan disebutkan bahwa ada sebanyak 57 penumpang yang sementara mendapatkan proses perawatan di rumah sakit,” kata Kombes Pol Alamsyah di Manado, Senin, 21 Juli 2025.

Sebanyak 57 penumpang yang dirawat tersebut tersebar di beberapa rumah sakit yang berada di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara.

Rumah sakit rujukan penangan medis korban kecelakaan terbakarnya KM Barcelona V yaitu Rumah Sakit Walanda Maramis, Rumah Sakit Tonsea Airmadidi, Rumah Sakit Lembean, Rumah Sakit Bhayangkara serta Rumah Sakit Bhayangkara.

Selanjutnya, Rumah Sakit ODSK Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Sentra Medika, Rumah Sakit Awaloei dan RSUD Kota Manado.

“Tim kesehatan Polda Sulut kita ikut sertakan untuk melakukan monitoring terkait dengan perkembangan para penumpang,” ujarnya.

Tiga Jenazah

Tiga korban meninggal akibat terbakarnya KM Barcelona V di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, akan dipulangkan ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

“Rencananya ketiga jenazah diberangkatkan ke Talaud untuk dimakamkan di sana,” kata General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Manado Nurlayla Arbie di Manado, Senin.

Dia mengatakan pemberangkatan ketiga jenazah bersama keluarga tersebut sudah dikoordinasikan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado serta agen pelayaran.

“Tiga jenazah untuk sementara kami transit di ruang tunggu untuk memudahkan proses mobilisasi menuju kapal yang akan berangkat ke Kabupaten Kepulauan Talaud,” katanya.

Kapal yang akan memberangkatkan tiga jenazah bersama keluarga tersebut, kata dia, akan sandar di dermaga empat, dekat dengan lokasi transit saat ini.

“Jadi akan menggunakan KM Barcelona III untuk memberangkatkan tiga jenazah dan keluarga ke Talaud. KM Barcelona III ini yang sebelumnya ikut membantu mengevakuasi penumpang setelah KM Barcelona V terbakar,” ujarnya.

Selain tiga jenazah korban KM Barcelona V, KM Barcelona III juga akan memberangkatkan penumpang yang telah membeli tiket yang rencananya diberangkatkan menggunakan KM Barcelona V sore ini.

“Sebagaimana jadwal, tiga jenazah tersebut akan diberangkatkan dengan KM Barcelona III pada pukul 17:00 WITA menggunakan dermaga empat,” ujarnya.

Terkait dengan peristiwa KM Barcelona V yang terbakar dalam pelayaran dari Talaud ke Manado, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Manado menyediakan fasilitas yang memudahkan keluarga korban dan penumpang kembali ke Talaud. (ant)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO