Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram, telah menghitung kebutuhan aparatur sipil negara mencapai 4.800 pegawai. Perhitungan ini berdasarkan analisis beban kerja dan analisis jabatan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram, Taufik Priyono menerangkan, pengelolaan managemen kepegawaian sepenuhnya berada di pemerintah pusat. Pihaknya tidak bisa memprediksi penerimaan pegawai setiap tahunnya, karena pemerintah pusat bisa saja melakukan moratorium. Akan tetapi, kebutuhan aparatur sipil negara mencapai 4.800 pegawai. “Kalau kita hitung kebutuhan kita sekitar 4.800 pegawai,” sebutnya.
Kebutuhan ini bukan saja calon pegawai negeri sipil, melainkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Taufik mengatakan, usulan kebutuhan pegawai setiap tahun telah disusun. Kebutuhan pegawai tidak pernah tidak diusulkan dalam pengadaan calon aparatur sipil negara.
Bahkan kata dia, anggaran pengadaan CPNS telah dialokasikan sebagai langkah antisipasi apabila pemerintah pusat mengubah kebijakan. “Kita antisipasi saja karena sewaktu-waktu ada perubahan kebijakan,” ujarnya.
Yoyok sapaan akrabnya mengaku, belum mengetahui kebijakan berikutnya. Pemerintah pusat berencana fokus menyelesaikan pengangkatan PPPK. Saat ini, tenaga penunjang kegiatan atau honorer yang telah ikut ujian tetapi tidak lulus mencapai 2.400 orang lebih. Informasinya pengangkatan CPNS ditiadakan. “Informasinya CPNS di skip dulu, karena fokus menyelesaikan PPPK,” katanya.
Mantan Sekretaris BKPSDM memastikan kebutuhan ASN tidak serta-merta dilakukan begitu saja, melainkan berdasarkan analisis beban kerja dan analisis jabatan. Pengadaan CASN dipastikan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah. (cem)


