spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMOkupansi Hotel di Mataram Tembus 90 Persen Selama Pekan Fornas

Okupansi Hotel di Mataram Tembus 90 Persen Selama Pekan Fornas

Mataram (Suara NTB) – Kemeriahan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) membawa angin segar bagi sektor perhotelan di Kota Mataram. Dalam sepekan terakhir, okupansi hotel di ibu kota Provinsi NTB melonjak signifikan. Bahkan, tingkat hunian kamar disebut-sebut mencapai angka 90 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa, menyebut lonjakan okupansi ini tidak hanya dirasakan oleh hotel-hotel berbintang, tetapi juga menyebar hingga ke penginapan nonbintang dan hotel melati. Ia menyambut momen ini sebagai kabar baik bagi pelaku industri jasa di Mataram.

“Pokoknya minggu ini lebaran-nya para pengelola hotel, transport, hingga kuliner. Okupansi kita periode 25 hingga 30 Juli diperkirakan mencapai 85 hingga 90 persen,” sebutnya saat dihubungi, Senin, 21 Juli 2025.

Tren peningkatan hunian hotel mulai tampak sejak awal pekan. Berdasarkan pemantauan AHM, pada tanggal 21 Juli 2025, keterisian kamar hotel di Kota Mataram sudah berada di atas 50 persen. Tren ini diprediksi terus meningkat, terutama menjelang kedatangan para peserta dan pendamping Fornas dari berbagai daerah.

“Keterisian terus naik, nanti pada 24 Juli hotel-hotel yang tergabung di AHM sudah mulai kedatangan tamu Fornas. Rata-rata tamu datang pada 24 hingga 25 Juli. Dan tamu akan kembali pada 28 hingga 30 Juli,” tuturnya.

Mayoritas peserta dan pendamping memilih menginap selama empat hari. Durasi menginap yang cukup panjang ini tentu memberi dampak positif bagi pelaku usaha akomodasi, terutama di masa transisi dari low season.

“Rata-rata tamu yang menginap sampai 4 hari. Sekitar 34 hotel sudah penuh sama tamu dari event olahraga ini. Nggak hanya hotel bintang, tamu-tamu ini juga stay di hotel-hotel melati,” bebernya.

Adiyasa menambahkan, Fornas menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri perhotelan di Mataram, setelah sebelumnya sempat melemah akibat berbagai faktor, mulai dari efisiensi operasional hingga minimnya pergerakan wisatawan.

“(Melalui event ini) pengelola bisnis jasa pariwisata bisa senyum, soalnya okupansi hotel membaik di bulan ini. Faktornya ada dari libur sekolah kemarin, dan ada juga pengaruh dari event ini,” pungkasnya.

Lonjakan ini juga diharapkan memberikan efek domino terhadap sektor ekonomi kreatif lainnya seperti transportasi, kuliner, dan UMKM lokal, seiring meningkatnya aktivitas kunjungan dan konsumsi selama periode event berlangsung. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO