spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPuluhan Bangunan Rusak Berat, Pemkot Mataram Utamakan Pemulihan Infrastruktur

Puluhan Bangunan Rusak Berat, Pemkot Mataram Utamakan Pemulihan Infrastruktur

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus menggenjot proses pemulihan pascabencana yang menyebabkan puluhan rumah warga serta sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan berat.

“Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah mempercepat pemulihan rumah-rumah warga yang terdampak serta infrastruktur yang perlu segera diperbaiki, sambil tetap membuka posko bantuan dan menyiapkan perbaikan infrastruktur lainnya secara bertahap.

“(Untuk) pemulihan langkah berikutnya kita melakukan perbaikan rumah-rumah yang terdampak. Itu memang ada yang masih sebagian di penampungan (pengungsian), masih ada. (Karena) ini pengerjaan rumahnya masih berproses,” ujarnya saat diwawancara di Pendopo Wali Kota Mataram, pada Senin, 21 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa progres pembangunan mulai menunjukkan hasil di sejumlah titik. “Ada yang sudah 3 hingga 4 hari ini sudah jadi, dan ada yang baru kita mulai pasang pondasinya dulu. Mungkin tahap berikutnya, sekitar 10 hari (sudah) jadi yang untuk di daerah Pamotan. Huntara yang kita buat,” tambahnya.

Meski pemulihan rumah warga terus berjalan, perbaikan infrastruktur berskala besar seperti jembatan masih memerlukan waktu dan proses administrasi. Hal ini dikarenakan penggunaan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) harus tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Ini sekali lagi saya sampaikan, butuh waktu karena Belanja Tidak Terduga (BTT) yang kita gunakan itu nilainya terbatas, juga prosesnya secara administratif harus tertib. Jadi dananya sudah ada, cuma saya minta harus tetap sesuai aturan. Mungkin nanti proses tender atau lelang, nilainya cukup besar, terutama untuk infrastruktur jembatan,” tuturnya.

Di sisi lain, tim dari Pemkot juga terus bergerak untuk mendata kerugian yang dialami warga terdampak. Wali kota menegaskan bahwa pendataan masih berlangsung dan menjadi bagian dari langkah paralel dalam pemulihan.

“Perhitungan kerugian masih (terus berjalan). Tim juga akan bekerja terus mendata,” tegasnya.

Selain upaya perbaikan fisik, Pemkot juga memberi perhatian serius terhadap dampak kesehatan pascabencana. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kualitas air bersih yang digunakan warga, mengingat banyak yang mengandalkan sumur bor.

“Sudah kita lakukan untuk melakukan pengecekan kualitas air. Karena banyak kemarin, air yang masuk mungkin ke sumur, karena warga kita kebanyakan yang pakai sumur bor. Di beberapa wilayah sudah dilakukan pengecekan dan semua aman, tidak ada E. coli atau bakteri coliform,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemkot memastikan bahwa penyaluran bantuan logistik tetap berjalan dan posko-posko bantuan tetap disiagakan untuk memfasilitasi distribusi kebutuhan warga. Bantuan tersebut akan diprioritaskan untuk dapur umum di kawasan pengungsian.

“Pengadaan posko akan tetap ada, karena untuk menampung bantuan, karena bantuan masih tetap jalan. Kita tampung dulu, tapi saya perintahkan untuk secepatnya didistribusikan, terutama ke dapur-dapur umum yang ada di daerah penampungan, karena mereka juga masih masak secara kolektif juga,” tutupnya. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO