spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANSMPN 13 Mataram Jemur Ribuan Buku Basah Dampak Banjir

SMPN 13 Mataram Jemur Ribuan Buku Basah Dampak Banjir

Mataram (Suara NTB) – Pihak SMPN 13 Mataram menjemur ribuan buku yang basah akibat terendam banjir yang melanda Mataram pada 6 Juli 2025 lalu. Ribuan buku yang basah itu diletatakkan di halaman SMPN 13 Mataram pada Selasa, 22 Juli 2025 agar terkena sinar matahari secara langsung.

SMPN 13 Mataram jadi salah satu Lokasi terdampak banjir Mataram. Genangan air setinggi lutut orang dewasa merendam sejumlah ruangan. Ruangan kepala sekolah, perpustakaan, ruang guru, dan ruangan lainnya ikut tergenang. Ribuan buku ikut terendam dan menjadi basah kuyup.

Kepala SMPN 13 Mataram, Ahmad Saehu, menyampaikan, sejumlah buku yang basah di perpustakaan mengeluarkan aroma yang kurang sedap. Karena itu, pihaknya segera menjemur buku-buku basah itu. Penjemuran buku itu dilakukan pada Senin, 21 Juli 2025 dan Selasa, 22 Juli 2025. “Buku di perpustakaan basah, jadi belum bisa untuk peminjaman buku,” ujarnya.

Terlihat sejumlah pegawai meletakkan buku basah di halaman sekolah. Mereka juga membolak-balikkan lembaran buku agar seluruh bagian buku terkena sinar matahari.

Sebelumnya, beberapa hari setelah banjir melanda SMPN 13 Mataram, pihak sekolah meminta bantuan pemadam kebakaran untuk membersihkan lumpur yang menutupi ruangan. Pemadam kebakaran terlihat menyemprot sisa lumpur yang menempel di lapangan sekolah dengan air bertekanan tinggi. Para guru dan warga sekolah ikut membantu membersihkan lumpur.

Sebelumnya, dalam semangat kepedulian dan solidaritas, SMPN 13 Mataram menggelar aksi sosial bertajuk “SMPN 13 Peduli Bencana Banjir” sebagai bentuk tanggapan atas musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Mataram pada Minggu, 6 Juli 2025 lalu. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen sekolah, terutama para siswa, dalam upaya nyata membantu warga terdampak, khususnya para wali murid yang mengalami kesulitan akibat bencana tersebut.

Kepala SMPN 13 Mataram, H. Ahmad Saehu, S.Pd., pada akhir pekan lalu mengatakan, sebagai bentuk partisipasi aktif, para siswa SMPN 13 Mataram diminta untuk mengumpulkan bantuan berupa sembako. Jenis bantuan yang dikumpulkan meliputi beras, minyak goreng, mi instan, gula pasir, air mineral, makanan kaleng, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Pengumpulan dilakukan secara sukarela dan penuh semangat, mencerminkan nilai-nilai empati dan gotong royong yang terus ditanamkan dalam lingkungan sekolah,” ujar Saehu.

Sasaran bantuan merupakan wali murid terdampak banjir. Bantuan yang berhasil dikumpulkan akan disalurkan langsung kepada wali murid SMPN 13 Mataram yang terdampak banjir. Pihak sekolah telah melakukan pendataan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa sulit. Pihak sekolah telah melaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis pada Jumat, 18 Juli 2025 lalu. (ron)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO