Dompu (Suara NTB) – Wakil Menteri Kehutanan RI, dr Sulaiman Umar Siddiq ingin menggalakkan kembali Tambora sehingga ramai dikunjungi untuk berwisata. Menggelar kembali event Tambora Menyapa Dunia bisa menjadi salah satu cara untuk membranding, agar dikunjungi wisatawan.
“Mudah – mudahan taman nasional ini kita galakkan lagi. Taman nasional menyapa dunia. Jadi mungkin nanti gimana brandingnya supaya taman nasional ini bisa dikunjungi oleh kawan – kawan kita. Tidak hanya di sekitar NTB, bahkan di seluruh Indonesia, bahkan dunia,” ungkap dr Sulaiman Umar Siddiq di Sanctuary Rusa Taman Nasional Tambora, Rabu, 23 Juli 2025.
Gunung Tambora sudah banyak mengenalnya dengan sejarah efek letusannya tahun 1815 masehi. Abu vulkaniknya meliputi hamper Sebagian besar Eropa, bahkan Amerika dan India. Menghilangkan satu musim panas di Eropa yang menyebabkan gagal panen. “Kalau dulu efeknya membuat dunia gelap, mudah – mudahan saat ini membuat dunia terang karena kunjungan dari wisatawan,” harapnya.
Gunung Tambora memiliki banyak spot untuk dikunjungi, selain memiliki kaldera yang luas. Berbagai spot ini harus lebih banyak dibranding, sehingga banyak peminat untuk berkunjung. “Balai (Taman Nasional Tambora) harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Tanpa kolaborasi, saya kira akan sulit dikembangkan potensi yang ada,” ingatnya.
Wamen Kehutanan juga menyadari, untuk ke gunung Tambora melakukan pendakian masih memiliki keterbatasan dan menjadi pekerjaan rumah bersama. Akses ke Tambora tidak mudah. Selain jarak tempuh, biayanya yang cukup tinggi dari bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima atau dari pelabuhan penumpang.
“Mudah – mudahan nanti kedepan, kami dari pemerintah pusat akan mengupayakan akses dan sebagainya itu bisa kita upayakan agar taman nasional ini betul – betul menjadi destinasi yang luar biasa di Dompu,” katanya.
Taman Nasional Tambora memiliki luas sekitar 71 ribuan ha. Di sebelah Selatan, Barat, dan Timur gunung Tambora merupakan wilayah administrasi Kabupaten Dompu. Sementara di utara gunung Tambora dan Sebagian di sebelah barat, dan timur gunung Tambora menjadi wilayah administrasi Kabupaten Bima. (ula)



