spot_img
Minggu, Februari 1, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANPertama di Indonesia, Mahasiswa Unram Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis ASAK 

Pertama di Indonesia, Mahasiswa Unram Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis ASAK 

Mataram (Suara NTB) – Sebuah inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari kampus Universitas Mataram (Unram). Kali ini, Wawan Kurniawan, mahasiswa Universitas Mataram, bersama timnya berhasil mengembangkan Aksara Sasak Augmented Reality (ASAK). ASAK merupakan media pembelajaran aksara Sasak pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi realitas tertambah atau Augmented Reality (AR).

ASAK dikembangkan sejak awal 2024 oleh kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan Wawan Kurniawan sebagai penggagas ide, serta tim teknis yang terdiri dari dosen Teknik Informatika, Herliana Rosika, S.Kom., M.Kom, dan tiga mahasiswa Teknik Informatika: Muh. Rizky Destiawansyah, Rafly Ridho’ Sukardi, dan Muhammad Rendi Maulana.

“Inovasi ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda dalam mempelajari Aksara Sasak, salah satu warisan budaya suku Sasak yang kini mulai ditinggalkan. Padahal, Aksara Sasak memegang peranan penting dalam sejarah literasi dan identitas budaya masyarakat Lombok,” jelas Wawan, Kamis, 24 Juli 2025.

ASAK hadir sebagai solusi berbasis website yang memungkinkan pengguna belajar Aksara Sasak secara menyenangkan. Cukup dengan mengarahkan kamera ke kode batang khusus, pengguna akan melihat visualisasi huruf Aksara Sasak dalam bentuk 3D disertai artinya. Fitur lainnya mencakup latihan menulis 18 huruf dasar Aksara Sasak dan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman pengguna.

Peluncuran ASAK dilakukan pada Juli 2025 dan sudah dapat diakses secara bebas melalui laman: https://aksarasasak.unram.ac.id Video profil ASAK juga tersedia di YouTube: https://youtu.be/gClo0o4DZig

Melalui inovasi ini, tim pengembang berharap ASAK tidak hanya digunakan dalam dunia pendidikan, tetapi juga dimanfaatkan oleh komunitas literasi dan lembaga budaya sebagai bagian dari upaya pelestarian identitas lokal.

“Inovasi ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia, khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas dan pelestarian budaya,” pungkas Wawan. (ron)

 

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO