
Giri Menang (Suara NTB) – Saat ajang peresean beberapa waktu lalu, Kepala Organisasi Perangkat Daerah atau OPD di Lombok Barat berlomba-lomba menyumbang dengan memberi saweran. Kepala OPD memberikan saweran di hadapan Bupati dan Wabup beserta ribuan penonton. Namun berbeda dengan ajang itu, kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ di Kecamatan Narmada yang saat ini berlangsung, sepi sumbangsih dari OPD.
Kepala Desa Batu Kuta Edy Ansori menerangkan, masyarakat berpartisipasi memberikan sumbangan untuk konsumsi. “Warga menyumbang selama seminggu,” kata dia, kemarin.
Satu KK kata dia, urunan sebanyak Rp15 ribu. Pihak panitia lokal desa mengelola urunan itu untuk kebutuhan konsumsi peserta, dewan Hakam, dan panitia. Pihak desa dari 21 desa juga memberikan dukungan pada pelaksanaan MTQ ini.
Sumbangan ini wujud dari kekompakan dan kecintaan warganya pada Al-Qur’an. Karena itu, ia sangat berterima kasih kepada warga masyarakat dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini.
Camat Narmada Sumasno mengatakan, Pemkab maupun Kecamatan tidak memiliki anggaran untuk MTQ ini. Kegiatan ini merupakan kolaborasi kecamatan, desa, bersama dari masyarakat Batu Kuta. “Tidak ada (anggaran), dari Pemkab, berasal dari sumbangan dan sponsor yang tidak mengikat,” katanya, kemarin.
Terkait sumbangsih dari OPD, ia mengakui sejauh ini belum ada. Pihaknya sendiri sudah memberitahukan kepada OPD.
Sementara itu, Anggota DPRD Lobar Dapil Narmada-Lingsar Hendra Harianto mengatakan berharap pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Narmada, sebagai ajang untuk pembinaan bagi generasi dari sisi keagamaan. Hal ini bisa memberi dampak besar baik itu dari sisi SDM, maupun dampak lainnya.
Nantinya dari hasil MTQ ini bisa mencetak atau menghasilkan Qari-qariah yang bisa berprestasi di level lebih tinggi. “Pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan ini sendiri sebagian besar partisipasi masyarakat, ada juga dari Pemdes, kecamatan dan para pihak. Kita apresiasi ini keberhasilan MTQ Kecamatan Narmada ini adalah kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dengan Pemdes maupun kecamatan,” kata dia.
Harapannya ke depan sama dengan bupati, bagiamana desa dan kecamatan juga meningkatkan perhatian pada penyelenggaraan MTQ ini. Termasuk ia mendorong juga Pemkab memberikan perhatian penuh pada kegiatan semacam ini. “Lebih lagi kita pada STQ itu kita posisi ke-6, maka harus ada perhatian untuk pembinaan semacam ini,” kata dia.
Sebab bagaimana pun cikal bakal qari-qariah ini dari tingkat bawah. Tentu dengan insiatif dari masyarakat mendukung penuh kegiatan MTQ, tinggal Pemkab menyambut baik dengan menyelaraskan semangat masyarakat ini dengan dukungan.
Jadi Bahan Masukan bagi OPD
Asisten II Setda Lobar H Ahmad Saikhu mengatakan bahwa hal ini akan menjadi bahan masukan kepada OPD agar memberikan dukungan kepada kegiatan MTQ. “Terima kasih masukannya (jadi bahan masukan pada OPD),” kata dia.
Sementara itu, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini mengatakan ke depan pihaknya ingin pembinaan-pembinaan qari-qariah harus sejak dini. Hal ini agar betul-betul bisa menghasilkan qari-qariah terbaik karena memang Lobar terkenal menghasilkan qari-qariah pada zamannya.
“Sehingga kejayaan itu harus kita kembalikan dan tentu untuk kerja keras kita bersama butuh kolaborasi kita bersama dan semangat yang ada pada malam hari ini. Tentu menumbuhkan keyakinan saya pada masanya akan bisa menghasilkan sesuai dengan yang kita harapkan bersama-sama, “kata Bupati.
Ia melihat semangat kafilah masing-masing desa begitu tinggi untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga ia berharap ke depan para kades bisa menyisihkan sedikit dari anggaran desanya untuk diberikan kepada Mereka. “Ini agar betul-betul bisa menjadi masa depan kita bersama insyaallah komitmen kita,” kata dia. (her)

