spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaNTBDOMPUBupati Dompu Tinjau di Sumber Air Baku untuk IPA Kadindi

Bupati Dompu Tinjau di Sumber Air Baku untuk IPA Kadindi

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu memastikan ketersediaan debit air untuk air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kadindi Kecamatan Pekat. Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE meninjau langsung debit air di lokasi rencana pengambilan air baku.

Kendati harus berjalan kaki hingga 12 KM, Bupati Bersama jajarannya ingin memastikan laporan ketersediaan debit air, sehingga tidak dipersalah Ketika dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tahun 2026 mendatang direalisasikan.

“Bupati tidak ingin sekedar mendengarkan laporan adanya debit air. Kamis kemarin, beliau meninjau langsung ke lokasi rencana pengambilan air baku,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Aris Ansary, ST, MT., Sabtu, 26 Juli 2025.

Aris mengatakan, pemerintah sudah membangun IPA di Kandindi dengan mengambil air baku di bendungan Kadindi. Air baku ini tidak sampai ke IPA, karena warga langsung mengambil air di pipa induk. Agar tidak menimbulkan gejolak, pemerintah mengajukan pemasangan pipa ulang induk ke IPA Kadindi.

Namun pengambilannya di kilometer 9 dari lokasi pengambilan awal untuk mendapatkan elevasi yang lebih tinggi. Untuk menuju ke Lokasi ini, tim harus berjalan kaki hingga 12 KM. “Hasil peninjauan kemarin, Bupati melihat sendiri debit airnya yang jauh melebihi kebutuhan. Jadi sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan air di IPA Kadindi,” terangnya.

Dukungan Pemprov NTB direncanakan untuk pipa induk dari sumber air baku ke IPA Kadindi. Pengajuan oleh Kabupaten Dompu ke Provinsi sudah dilakukan dan direncanakan tahun 2026 mendatang. “Komitmen Pemprov akan bantu, makanya kita pastikan semuanya tidak ada kendala Ketika pelaksanaannya nanti,” kata Aris.

IPA Kadindi akan menerima air hingga 100 liter per detik. Kapasitas ini akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5 ribu kepala keluarga (KK) di Desa Kadindi, Kadindi Barat, Nangamiro, Karombo, Pekat, dan Calabai. Sementara pipa induk yang ada saat ini diambil langsung oleh sekitar 700 KK warga di sepanjang aliran pipa. (ula)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO