spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBDewan Soroti Kinerja ASN Lingkup Pemkot Mataram

Dewan Soroti Kinerja ASN Lingkup Pemkot Mataram

Mataram (Suara NTB) — Sekretaris Komisi I DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Zuhar Parhi, SH., MH.,  menyoroti kondisi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Mataram yang dinilai tidak efisien. Dia mengungkapkan keprihatinan terhadap banyaknya pegawai yang tidak memiliki beban kerja yang jelas, serta ketidakhadiran di kantor kelurahan dan kecamatan yang membuat pelayanan publik terganggu.

“Kalau melihat pegawai yang ada saat ini di Kota Mataram, banyak sekali yang nganggur. Saya jalan ke OPD, tidak banyak saya temui pegawai yang bekerja,” ujarnya dalam rapat gabungan komisi dewan dengan TAPD pekan kemarin. Ia juga menyebut bahwa kebutuhan tambahan pegawai sebanyak 4.000 hingga 6.000 orang bukan jumlah yang sedikit, namun mempertanyakan urgensinya apabila pegawai yang ada saat ini justru tidak produktif.

Politisi PKS ini bahkan mengaku sempat menemukan kantor camat yang tutup di jam kerja. “Saya datang, kantor camat close. Saya enggak tahu, apakah karena camatnya tidak ada atau pegawainya tidak bekerja. Libur mungkin,” katanya.

Tak hanya di kecamatan, kondisi serupa disebut juga terjadi di lingkup sekretariat DPRD Kota Mataram, di mana terdapat 75 tenaga honorer. “Kalau dilihat, sibuknya hanya kalau ada paripurna. Selebihnya, pegawai kelihatan main HP saja,” ujar Parhi.

Dia juga menyinggung banyaknya tenaga honorer yang belum masuk ke dalam database pusat, yang kini disebut kategori R4. Ia menegaskan pentingnya status kepegawaian yang jelas bagi para tenaga honorer agar tidak terus berada dalam ketidakpastian.

“Kapan kira-kira mereka bisa dijadikan P3K? Atau paling tidak punya status yang jelas demi masa depan mereka,” tambahnya. Ia meminta agar pemerintah kota segera mengambil langkah konkret agar para honorer tidak dibiarkan dalam kondisi “mengambang” terlalu lama.

Dalam kesempatan yang sama, Parhi juga mengusulkan agar pegawai yang memasuki masa pensiun bisa diberikan kenang-kenangan yang lebih layak. “Untuk kenang-kenangan, bisa gak diberikan 1 gram emas? Jangan 0,5 gram. Tidak banyak juga jumlah pensiunan setiap tahunnya,” katanya. Ia menyebut bahwa sekitar 200 hingga 300 pegawai pensiun tiap tahun. (fit)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO