Mataram (Suara NTB) – Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman menegaskan tidak ada siswa Sekolah Rakyat (SR) di NTB yang mengundurkan diri. Meski sempat diwarnai keraguan dari sebagian calon siswa, dia mengatakan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di NTB berjalan lancar.
Dia membeberkan, terdapat dua proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat, yaitu proses penjaringan siswa, dan proses penetapan siswa. memang pada proses penjaringan calon siswa pihaknya mengalami beberapa kendala sebab beberapa siswa mengundurkan diri.
“Namun, saat tahap penetapan siswa dilakukan, seluruh kursi sudah terisi dan tidak ada lagi yang mengundurkan diri,” ujarnya, Minggu, 27 Juli 2025.
Setiap kekosongan yang terjadi selama proses seleksi awal langsung diisi oleh calon cadangan yang sudah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Proses ini memastikan tidak ada kekurangan jumlah siswa saat pembelajaran dimulai.
“Tanggal 14, jumlah siswa sudah utuh 100 orang. Di eks Akper juga sudah lengkap 125 siswa. Jadi bisa kami pastikan tidak ada pengunduran diri setelah tahap penetapan,” tambahnya.
Sentra Paramita Menjadi Sekolah Rakyat Runtisan
Arif menjelaskan, Sekolah Rakyat tahap pertama seperti Sentra Paramita Mataram, semua bangunan yang diajukan Pemda, dan Balai Latihan Kerja (BLK), serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menjadi SR rintisan.
Di tahap kedua, pemerintah pusat akan membuat bangunan khusus senilai Rp300 miliar dengan ketentuan luas lahan minimal lima hektar. Beberapa kabupaten yang sudah mengajukan lahan pembangunan sekolah rakyat di NTB di antaranya Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan beberapa kabupaten lainnya.
Pemerintah Pusat telah menyetujui lokasi sekolah rakyat di Pandai, Bima, dan Gumantar, Lombok Utara. Di bulan Agustus mendatang, pemerintah akan melakukan Groundbreaking atau peletakan batu pertama di kedua lokasi tersebut.
Program Sekolah Rakyat menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA. Di tahun ini pemerintab akan membuka SR di masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem satu tahun pembelajaran. (era)



