spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKAN80 Pengawas di NTB Ikuti Pelatihan Calon Fasilitator Pembelajaran Mendalam

80 Pengawas di NTB Ikuti Pelatihan Calon Fasilitator Pembelajaran Mendalam

Mataram (Suara NTB) – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB menyelenggarakan Pelatihan Calon Fasilitator Pembelajaran Mendalam di Wisma Disiplin BGTK NTB mulai Minggu, 27 Juli 2025. Sebanyak 80 pengawas sekolah terpilih dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB mengikuti pelatihan selama lima hari.

Ketua Panitia, Samsul Mujahidin, M.Hum., dalam laporannya menyampaikan hingga hari pembukaan, 75 peserta telah hadir di lokasi. Sementara sisanya masih dalam perjalanan. Para peserta ini merupakan hasil seleksi yang ketat dan dipersiapkan untuk menjadi fasilitator andal dalam mendampingi implementasi pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah binaan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Abdul Azis, S.H., M.H. Turut hadir Kepala BGTK NTB, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB H. Abdul Aziz menekankan pemerataan pendidikan adalah prioritas utama yang bersifat pelayanan dasar. Ia juga menegaskan tidak semua urusan pendidikan menjadi kewenangan daerah. Karena itu, kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan.

“Pendidikan harus berdiri sendiri, lepas dari kepentingan sesaat. Kita butuh kesinambungan dan keberpihakan terhadap mutu,” tegas Aziz.

Selain itu, Aziz menyoroti pentingnya peran guru dan pengawas di tengah masyarakat. Sesuai arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, pengabdian guru di masyarakat kini dapat dikonversi menjadi bagian dari beban kerja 24 JP. Ini menegaskan bahwa guru dan pengawas tidak hanya berperan di ruang kelas, tapi juga menjadi teladan di lingkungan sosial.

Pelatihan calon fasilitator pembelajaran mendalam mengusung pendekatan deep learning berbasis growth mindset. Pembelajaran ini menekankan pentingnya proses pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan kontekstual. Kepala Dinas juga menilai bahwa SMK telah menjadi pelopor dalam menerapkan pendekatan ini. Lebih lanjut, pemahaman terhadap asesmen Kurikulum (KKA) dinilai penting bagi guru dan siswa dalam menyikapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks ke depan.

Sementara itu, Wirman menegaskan, BGTK NTB berkomitmen untuk terus membangun kapasitas pengawas sekolah agar mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang siap memfasilitasi sekolah binaan. “Terutama dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya. (ron)

 

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO