Selasa, Maret 10, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMDigagalkan, Modus Penipuan Catut Nama Kepala Dinas Pendidikan

Digagalkan, Modus Penipuan Catut Nama Kepala Dinas Pendidikan

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kepala sekolah SD dan SMP di Kota Mataram menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf. Modusnya, pelaku menggunakan foto profil dan nama Yusuf untuk mengelabui para kepala sekolah dan meminta sejumlah uang.

Namun, aksi ini gagal karena para kepala sekolah yang dihubungi langsung mengonfirmasi ke Yusuf secara pribadi. “Bukan nomor HP saya, tapi pakai foto dan nama saya. Baru-baru ini terjadi. Tapi sudah saya kirim ke grup kepala sekolah agar tidak percaya dan jangan dihiraukan,” tegas Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (28/7/2025).

Menurutnya, pesan tersebut menyasar sejumlah kepala sekolah dengan dalih mutasi kepala sekolah dan pengangkatan  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pelaku tidak menyebutkan jumlah uang yang diminta kepada kepala sekolah, namun memperluas target ke para guru yang telah dinyatakan lulus PPPK tahap II. ‘’SK-nya (yang sudah lulus PPPK tahap II) kan belum keluar. Kan yang lulus PPPK ada yang paruh waktu, ada yang full. Untuk guru ini diminta Rp150 ribu per orang,’’ jelasnya.

Yusuf mengaku telah mengimbau para kepala sekolah melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) agar berhati-hati dan segera menyampaikan informasi ini kepada guru-guru di sekolah masing-masing. “Kami juga sudah imbau kepala sekolah untuk menyampaikan ke guru agar tidak percaya karena itu bukan nomor HP saya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk penipuan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Pelaku memanfaatkan isu sensitif seperti mutasi dan pengangkatan PPPK untuk mengelabui ASN.

“Itu tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadi, nomor orang lain tapi pakai foto Kadis Pendidikan,” katanya kepada Suara NTB, Senin, 28 Juli 2025.

Ia menyebut, pelaku memang belum sampai pada tahap menyebutkan jumlah uang secara spesifik kepada kepala sekolah. “Belum sampai ke situ (menyebutkan nominal uang),” jelasnya.

Beruntung, guru dan kepala sekolah yang dihubungi cepat menyadari bahwa pesan itu tidak berasal dari Kadis Pendidikan. “Syukurnya, kepala sekolah dan guru yang dihubungi menyadari bahwa ini bukan dari Pak Kadis, sehingga langsung menghadap dan menghubungi langsung Kadis Pendidikan,” jelasnya.

Terkait pelacakan nomor pelaku, Nyoman menjelaskan bahwa Dinas Kominfo Kota Mataram belum memiliki sistem pelacakan mandiri untuk nomor tidak dikenal. Meski demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika eskalasi kasus ini meningkat.

“Hal ini akan dilaporkan ke pihak yang berwajib nantinya, kalau eskalasinya tidak berkurang. Kita pantau terus, ada tidaknya korban. Tapi sejauh ini belum ada ASN yang terpancing dan menjadi korban dari penipuan ini,” pungkasnya.

Pemkot Mataram mengimbau seluruh ASN tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan, terlebih yang mengatasnamakan pejabat daerah. Klarifikasi langsung kepada pihak terkait sangat penting untuk menghindari kerugian. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO