spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATGubernur Atensi Keluhan ‘’Serangan Lalat’’ di SRMP Sentra Paramita

Gubernur Atensi Keluhan ‘’Serangan Lalat’’ di SRMP Sentra Paramita

Giri Menang (Suara NTB) – Para siswa dan pengelola Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat (Lobar), mengeluhkan serbuan lalat yang diduga berasal dari kandang ayam di sekitar lokasi. Lalat ini mengganggu siswa yang sedang belajar dan pengelolaan SR.

Menindaklanjuti keluhan ini, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi Penjabat Sekda NTB H. Lalu Moh. Faozal, Kepala Sentra Paramita Arif Rohman bersama Kepala OPD pun turun mengecek ke lokasi, Senin, 28 Juli 2025.

Gubernur turun ke lokasi, sekitar pukul 12.30 siang, selepas Menko Agus Harimurti Yudhoyono meninjau fasilitas SRMP tersebut. Gubernur mengecek ruang kelas dan asrama melihat langsung kondisi yang mengganggu siswa dan pengelola Sentra Paramita.

Dalam diskusi dengan pengelola Sentra Paramita, serangan lalat tersebut telah berlangsung lama. Hingga menyebabkan tidak saja mengganggu kenyamanan anak-anak SR, namun diduga menyebabkan sejumlah anak mengalami mencret.

Gubernur yang diwawancarai usai meninjau SRMP 18 Lobar, mengatakan keluhan soal lalat ini menjadi atensinya.  “Ya kita perbaiki (tangani), namanya juga pilot project (rintisan) SR ini ada saja kekurangannya, itulah makanya kita datang untuk melihat apa persoalannya dan kita selesaikan permasalahannya,” kata Gubernur.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini untuk langkah solusi penyelesaian yang permanen. “Solusinya yang permanen, karena kan sekarang sudah ada penghuni (siswa SR) permanen di sini, jadi anak-anak sekolah di sini dia butuh lingkungan yang baik dan sehat,” tegasnya.

Ditanya terkait usaha ayam itu dimiliki perusahaan besar, Gubernur menegaskan siapapun yang memiliki usaha ini, pihaknya memastikan tetap konsen bagiamana isu lingkungan sehat dan aman bagi sekitar. Lebih-lebih bagi siswa dan pengelolaan SR.

Sementara itu, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman mengatakan lalat masuk ke Sekolah Rakyat. Bahkan pada saat tim Menko AHY turun survei ke SRMP melihat banyak lalat.

“Jadi tim Pak Menko turun kemarin melihat banyak lalat, tidak bagus. Karena itu kami minta kepada Pemkab Lobar, provinsi untuk mencari solusi bersama,” harapnya.

Bahkan lalat yang masuk ke ruang SRMP itu jumlahnya tidak sedikit, mencapai setengah ember, sehingga hal ini membuatnya malu. Sebab bagiamana pun yang Sekolah di SR ini anak-anak yang sudah diinvestasi dana miliaran rupiah kepada mereka. Tetapi hanya dengan adanya peternakan ayam tidak pas lokasinya, sehingga mengganggu anak-anak dan pengelola.

Pihaknya sendiri sudah bersurat ke pihak pemerintah kabupaten maupun provinsi. Ia berharap dengan turunnya Gubernur NTB ada solusi permanen. “Moga-moga ada semacam solusi permanen, jangan cuma semprot, hilang, lagi, semprot, lagi,” tegasnya.

Menurutnya dari sisi aturan sebenarnya, usaha kandang ayam itu ada ketentuan aturan terkait jarak dengan rumah warga dan fasilitas publik. Dari sisi aturan jarak, usaha ini diduga tidak seusai atau melanggar. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO