Sumbawa Besar (Suara NTB)– Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa, memastikan telah merampungkan Data Engenering Design (DED) untuk rencana rehabilitasi empat venue olahraga Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT tahun 2028.
“Penyusunan DED nya sudah rampung dan kita sudah masukan dalam Renstra dinas Popar uang tahun anggaran 2026-2028 dengan nilai Rp11, 5 miliar,” kata Kepala Dinas Popar, Dr. Deddy Heriwibowo kepada Suara NTB, Senin, 28 Juli 2025.
Ia menyebutkan, penyusunan DED tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan PON NTB-NTT tahun 2028 mendatang. Bahkan empat venue olahraga tersebut pada prinsipnya disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan PON nantinya.
“Empat DED tersebut yakni GOR Kampus rungan untuk perluasan area pertandingan, lapangan cendrawasih penataan tribun dan lapak UMKM, GOR pragas dan venue panahan di sirkuit Samota,” ujarnya.
Salah satu usulan yang diharapkan bisa mulai ditangani di tahun 2025 adalah penataan GOR pragas dan selanjutnya akan ditangani di tahun 2026. Sehingga diharapkan di tahun 2027 semua venue tersebut sudah siap dan tahun 2028 hanya persiapan tekhnis pertandingan.
“Kami berharap penanganan venue tersebut bisa tuntas di tahun 2027, sehingga di tahun 2028 tinggal finishing saja termasuk kesiapan venue lebih lanjut,” ucapnya.
Dikatakannya, sebagai informasi untuk revitalisasi GOR Mampis Rungan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar dan untuk revitalisasi lapangan Cenderawasih sekitar Rp5,5 miliar. Tribun di GOR Pragas membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar, dan venue panahan Samota sekitar Rp2 miliar.
“Jadi, total kebutuhan anggaran kita sebesar Rp11,5 miliar, tetapi untuk lebih rincinya lagi nanti akan kita ekspose lebih lanjut pasca DED kita laporkan ke pimpinan daerah,” jelasnya.
Khusus untuk venue panahan lanjut Deddy, kebutuhan anggaran sekitar Rp600 juta akan digunakan untuk penataan lahannya dengan hitungan Rp3000 rupiah per meter persegi. Sementara untuk penataan lebih lanjut dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,4 miliar.
“Kami berharap penataan venue panahan ini menjadi prioritas karena akan kita gunakan untuk porprov dan PON. Sedangkan untuk yang lain kita berharap bisa dilakukan secara bertahap sebelum PON,” tambahnya. (ils)



