spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIBulog NTB Intensifkan Pengawasan Beras SPHP untuk Jaga Harga dan Kualitas di...

Bulog NTB Intensifkan Pengawasan Beras SPHP untuk Jaga Harga dan Kualitas di Pasar

Mataram (Suara NTB) – Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan dan menjamin mutu beras di pasaran, Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan penjualan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Pengawasan ini dilakukan secara rutin oleh tim Bulog NTB melalui kegiatan monitoring langsung ke pasar tradisional dan berbagai titik penjualan di seluruh wilayah provinsi.

Kepala Perum Bulog Wilayah NTB, Sri Muniati, menyampaikan bahwa pihaknya secara konsisten terjun langsung ke lapangan guna memastikan penjualan beras SPHP berjalan tepat sasaran, baik dari sisi harga maupun kualitas.

“Kami dari Bulog NTB aktif melakukan monitoring ke pasar-pasar untuk memastikan bahwa beras SPHP yang dijual kepada masyarakat telah memenuhi standar kualitas dan dipasarkan dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya, Selasa, 29 Juli 2025.

Menurut Sri Muniati, pengawasan rutin ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta mencegah penyimpangan harga di lapangan. Hal ini menjadi penting, terutama di tengah potensi fluktuasi harga beras akibat faktor cuaca dan pasokan.

Beras SPHP dipasarkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram, sesuai ketetapan pemerintah. Setiap titik penjualan yang kedapatan menjual di atas harga tersebut akan diberi teguran. Apabila terjadi pelanggaran berulang, sanksi tegas akan dijatuhkan.

“Kualitas beras SPHP yang disalurkan ke pasar terus kami jaga. Begitu juga dengan HET, harus tetap diikuti oleh para pedagang,” tambahnya.

Bulog NTB telah menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Perdagangan Provinsi dan kabupaten/kota, serta aparat penegak hukum dalam melakukan pengawasan gabungan. Tim gabungan ini menyisir pasar, agen, hingga toko pengecer untuk memastikan pelaksanaan program SPHP berjalan optimal.

“Kita ingin pastikan masyarakat menerima beras SPHP dengan mutu baik dan harga terjangkau. Itu kunci utamanya,” tegas Sri.

Menghadapi potensi lonjakan permintaan, seperti menjelang akhir tahun atau musim paceklik, Bulog NTB memastikan ketersediaan stok beras SPHP tetap aman. Distribusi ke pasar akan terus diintensifkan untuk mencegah kelangkaan dan menjaga harga tetap stabil.

“Dengan stok yang tersedia dan pengawasan yang berjalan baik, kami optimis program SPHP dapat terus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Sri Muniati. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO