Mataram (Suara NTB) – Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) ke-VIII di Kota Mataram, berlangsung meriah. Eks Bandara Selaparang menjadi salah satu dari 55 venue. Pemanfaatan bekas bandara di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Rembiga menjadi ikhtiar mengembalikan kejayaan eks Bandara Selaparang.
Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional Kota Mataram, Rudy Herlambang menyampaikan, eks Bandara Selaparang menjadi salah satu venue yang dipilih untuk induk organisasi olahraga (Inorga) sepeda ontel, layangan adu, dan layangan hias. Bandara Selaparang dipilih karena menjadi venue yang cocok untuk Inorga Pelangi, karena treknya memadai. “Di eks Bandara Selaparang ada Inorga Kosti dan Pelangi. Penataan venue menjadi kewenangan dari Panitia Pelaksana dari pusat,” terangnya.
Menurut Rudi, dipilihnya eks Bandara Selaparang sebagai venue sebagai salah satu upaya Pemkot Mataram mengembalikan kejayaan bandara yang diresmikan tahun 1959 tersebut.
Ia mengharapkan perekonomian di lokasi tersebut tumbuh dan berkembang serta memikat hati pengunjung,terutama peserta dari luar Kota Mataram. “Kita berharap perekonomian di sekitar Bandara Selaparang bisa tumbuh dan berkembang. Rencananya di sana akan dijadikan lokasi closing ceremony Fornas,” jelasnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Mataram, H. Soehartono Toemiran menyebutkan, sejumlah 55 lokasi di Kota Mataram dijadikan venue pertandingan pada Fornas ke-VIII di Kota Mataram. Lokasi ini (eks Bandara Selaparang,red) benar-benar sudah dipersiapkan dengan baik.
Ia mengharapkan pemanfaatan eks Bandara Selaparang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar bandara serta memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. “Dampak secara ekonomi yang kita harapkan,” katanya.
Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana menambahkan, venue pertandingan pada Fornas ke-VIII bukan saja di eks Bandara Selaparang, melainkan di beberapa lokasi lainnya. Pihaknya mempersiapkan dengan baik dengan menata seluruh venue tersebut.
Ia berharap eks Bandara Selaparang memberikan kesan positif bagi pegiat, sehingga memberikan dampak positif bagi citra Kota Mataram. Selain itu, kejayaan Bandara Selaparang bisa hidup kembali karena kegiatan sepekan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. “Kalau saya bagaimana masyarakat bisa senang dan merasakan dampak secara langsung,” demikian kata dia. (cem/*)


