Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Mataram melangsungkan kegiatan Gladi Bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada Selasa, 29 Juli 2025. Dalam pelaksanaan tersebut, SMAN 3 Mataram atau yang akrab disapa Smanti percaya diri untuk menghadapi ANBK sesungguhnya pada 4 Agustus 2025.
Wakil Kepala bagian Kurikulum, Dwi Sunarto, M.Pd., mengatakan, pelaksanaan Gladi Bersih ANBK di Smanti berjalan lancar dan tanpa hambatan. “Lancar, dan tidak ada kendala secara umum. Jadi pelaksanaannya, data-data yang terkirim, data yang kita tarik juga aman. Anak bekerja juga tidak terhenti atau heng (macet) tidak. Sistemnya lancar,” katanya kepada Suara NTB, Selasa 29 Juli 2025.
Sebagai informasi, pelaksanaan Gladi Bersih ANBK berlangsung selama dua hari yakni Senin, 28 Juli dan Selasa, 29 Juli 2025. ANBK hari pertama, para siswa diberikan soal tentang kemampuan literasi. Kemudian hari kedua terkait kemampuan numerasi.
Sama seperti jumlah di sekolah lain, sebanyak 45 siswa Smanti ikut dalam pelaksanaan gladi bersih ANBK 2025. Ke-45 siswa tersebut dipilih secara oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Jadi 45 ini mewakili 1.352 anak di SMAN 3 Mataram. Jadi inilah sampelnya. Kita dipotret pakai sampel ini. Nanti diberikan hasil potretnya dalam bentuk rapor mutu sekolah,” jelas Dwi.
Setelah melaksanakan gladi bersih, SMA di Mataram, termasuk SMAN 3 Mataram akan melangsungkan proses ANBK pada 4 Agustus 2025.
Pada penyelenggaraan ANBK Agustus mendatang, Smanti telah menyiapkan beberapa hal dari mulai fasilitas, sarana prasarana, hingga kualitas jaringan untuk menunjang pelaksanaan asesmen tersebut.
“Fasilitasnya kita menyiapkan fasilitas komputernya secara umum. Lab itu tiga lab yang kita gunakan, tapi secara hardwarenya, softwarenya sudah lengkap sudah siap dengan pelaksanaannya. Dengan sistem onlinenya, kelistrikannya, maupun jaringan dan internetnya sudah terpenuhi untuk persiapan,” urai Dwi.
Ia berharap, pelaksanaan ANBK tahun ini berjalan seperti yang diharapkan. Untuk mengawasi pelaksanaan ANBK agar akuntabel, Dikbud NTB akan menerapkan sistem silang pengawas.
“Jadi harapannya itu, (hasil ANBK) tidak dibuat-buat tetapi ini riilnya sekolah itu. Jadi dari pusat atau kementerian itu bisa melihat, SMA ini masih kurangnya apa. Jadi program kerja kita perencanaan kita di tahun 2026 kita harus memperbaiki bagian-bagian ini,” pungkasnya. (sib)


