spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURLima Pulau Kecil Potensial Diminati Investor, Pemkab Lotim Minta Pusat Berikan Sertifikat HPL

Lima Pulau Kecil Potensial Diminati Investor, Pemkab Lotim Minta Pusat Berikan Sertifikat HPL

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meminta kepada pemerintah pusat agar diberikan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas lima pulau kecil yang ada di wilayah Kabupaten Lotim. Yakni Gili Sunut, Gili Sulat, Gili Kondo, Gili Petagan, dan Gili Bidara. Kelima Gili ini diketahui merupakan tempat yang banyak diminati pada investor.

Menjawab media usai melantik pada pembantunya dalam mewujudkan Visi dan Misi Lotim Smart di Kantor Bupati Lotim, Rabu, 30 Juli 2025, Bupati H. Haerul Warisin didampingi Wakil Bupati H. Edwin Hadiwijaya dan Sekretaris Daerah HM Juaini Taofik menjelaskan Lotim ingin mendapat hak pengelolaan lahan pukau-pulau kecil tersebut agar bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta.

Dengan sertifikat HPL berjangka waktu, semisal 30 tahun ke depan setelah dikantongi Pemkab Lotim akan bisa menawarkan kepada pihak swasta tersebut. Apalagi sudah cukup banyak investor yang berminat, namun masih terkendala legalitas formal.

Sekda Lotim H. M. Juaini Taofik menambahkan di Kabupaten Lotim terdapat 38 jumlah pulau kecil. Dari jumlah itu terdapat lima pulau kecil yang potensial dikembangkan dan diinginkan Pemkab Lotim agar bisa mendapatkan HPL.

Seperti diketahui, sebagian besar Pulau kecil yang ada di Lotim ini masih nganggur. Belum ada yang dikelola seperti halnya tiga Gili di wilayah Kabupaten Lombok Utara,  Gili Air, dan Meno.

Catatan Suara NTB khususnya soal keberadaan gili-gili di Lotim acap kali hanya sekadar diminati. Seperti Gili Sunut yang rencana besarnya pernah akan dijadikan tempat wisata hebat. Ratusan warga yang mendiami Gili Sunut ini sudah direlokasi oleh investor ke Pantai Tanjah Anjah Jerowaru. Namun, sampai saat ini belum ada aktivitas pembangunan wisata di kawasan Gili Sunut tersebut.

Selanjutnya ada Gili Kondo, Bidara dan Petagan. Tiga Gili cantik di perairan Selat Alas ini sekarang juga cenderung sepi dan hanya sebagai tempat kunjungan singkat wisatawan. Khusus Kondo diketahui pernah pernah jadi tempat singgah namun kini sudah tiada semenjak konflik dengan pemerintah. Sementara Gili Bidara dikabarkan hanya sebagai tempat menanam ubi musiman warga saat musim hujan. (rus)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO